berita2.com (Jakarta): Tiba-tiba dunia maya digempar dengan beredarnya video yang menayangkan mobil patroli polisi menabrak warga di sebuah jalan di Jakarta. Peredaran video ini cepat meluas ke publik setelah diunggah ke internet. Video ini tersebar di jejaring sosial, seperti Facebook, Youtube, dan juga beredar di BlackBerry Messenger. Lalu siapa pengedarnya?
Video itu menayangkan sebuah mobil patroli dari wilayah Polda Metro Jaya yang nomor punggungnya tidak begitu kelihatan, tengah melintas di dekat kerumunan massa. Waktu itu siang hari.
Tiba-tiba saja, mobil itu melesat cepat dan menyerempet seorang warga hingga terpental ke pinggir jalan. Sontak, kejadian ini menimbulkan perhatian orang-orang yang kebetulan berada di sekitarnya.
Ada warga yang kemudian melempari mobil patroli polisi itu. Tetapi, mobil sudah melesat jauh. Warga hanya terbengong-bengong. Tidak diketahui secara jelas bagaimana nasib warga yang ditabrak mobil tadi. Namun melihat lokasi di tayangan video itu, berdekatan dengan jalur busway. Sebab, mobil polisi itu melesat lewat jalur busway usai menabrak.
Video di Internet yang merekam sebuah mobil patroli polisi menabrak seorang demonstran hingga terpental beberapa meter, dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar.
“Kejadiannya sudah berlangsung pada 2008 lalu,” kata Boy seperti dilansir VIVAnews.com, Selasa (27/72010).
Boy kemudian menceritakan detik-detik peristiwa itu. Saat itu, kata dia, sedang terjadi demonstrasi besar-besaran di sekitar Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.
Di tengah demonstrasi, menurut versi Boy, sebagian peserta bertindak anarkis. Mereka membakar mobil Toyota Avanza berplat merah yang melintas di jalan.
Tak lama setelah pembakaran berlangsung, datanglah mobil polisi yang dikemudikan seorang anggota Polres Jakarta Barat. Mobil itu hanya ditumpangi seorang polisi yang menyetir kendaraan.
“Tiba-tiba mobil patroli dihadang. Karena khawatir dilempar bom molotov oleh orang yang menghadang, dia berusaha menghindar,” kata Boy.
Masih menurut versi Boy, saat si polisi mempercepat laju mobil patroli untuk menghindari aksi pembakaran, terjadilah kecelakaan itu. Salah satu demonstran yang ditengarai membawa bom molotov terserempet mobil. “Saat itu posisi dia (polisi) terdesak,” kata Boy.
Setelah itu, petugas polisi yang mengemudikan mobil itu langsung menuju ke Polda Metro Jaya dan melaporkan insiden itu kepada atasannya. “Memang setelah dicek, tidak ada korban jiwa, hanya terserempet,” kata Boy lagi.
Video yang menghebohkan itu dengan cepat meluas ke publik setelah diunggah ke Internet dan tersebar di Facebook, Twitter, Youtube, juga BlackBerry Messanger. Saat ini, kata Boy, Polda Metro Jaya tengah menyelidiki siapa pengunggah video itu. “Kami ingin mencari tahu motif penyebaran video itu.”
Mabes Polri juga akan mengusut penyebar video mobil polisi menabrak mahasiswa. Alasan pengusutan dilakukan karena video itu bisa meresahkan masyarakat.
Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Marwoto Soeto, polisi sudah menjadi humanis dan tidak perlu dipermalukan seperti itu
"Ini bisa meresahkan masyarakat. Kita mau cari siapa sebenarnya yang menyebarkan kaya gini-gini (video)," kata Marwoto di kantornya, Selasa (27/7/2010).
Marwoto mempertanyakan motivasi penyebaran video penabrakan itu. Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak terus menerus menyudutkan institusinya. "Saya minta tolong pada masyarakat untuk tidak menyebarkan hal-hal yang membuat citra polisi makin turun," kata dia.
Namun demikian, dia mengatakan Polri akan menyelesaikan kasus beredarnya video penabrakan mahasiswa oleh mobil polisi ini dengan kepala dingin. "Ya tenang-tenang saja. Kita selidiki dulu. Nggak usah marah-marah dulu," kata dia.
































