berita2.com (Jakarta): Kembali Provinsi DKI Jakarta akan mengirimkan tim keseniannya ke luar daerah. Kalau awal bulan Juli lalu ke Surakarta, Jawa Tengah, maka kali ini ke Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti Festival Kesenian Tradisional di Mataram. Tepatnya Festival tersebut akan berlangsung di Taman Budaya Mataram 29 sampai 31 Juli 2010. Sedangkan tim DKI akan berjumlah 33 orang seniman yang akan terdiri dari penata tari, penata musik, penata rias, penata busana, sutradara, pemusik dan penari,serta para official.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, Selasa (20/7/2010) mengatakan, kontingen DKI Jakarta akan mengangkat Tari Unjungan yang ragam geraknya berasal dari Tari Uncul yang berkolaborasi dengan Sahibul Hikayat diiringi musik perkusi. Menurut Arie Budhiman, Tari Uncul ini merupakan seni tradisional Betawi yang hampir punah. Karena itu seni tradisi ini dicoba diangkat kembali agar masyarakat mengenalnya untuk dikembangkan lagi. Dengan demikian seni tradional tersebut terhindar dari kepunahan dan akan lestari.
Diungkapkan, Festival Kesenian Tradisional di Mataram tersebut akan diikuti para seniman dari berbagai daerah anggota Mitra Praja Utama se Jawa –Bali, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama tiga hari itu para peserta festival berkumpul, berinteraksi, menjalin kerjasama antarseniman tradisional mengembangkan kreativitas, wawasan dan meningkatkan apresiasi mereka terhadap seni tradisional. Ini dimaksudkan untuk melestarikan dan mengembangkan seni tradisional yang ada di wilayah masing-masing.
Selain Tari Unjungan, kontingen DKI Jakarta, juga akan mengangkat tema “Pesta Panen” yang merupakan upacara tradisional sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat setelah musim panen, khususnya masyarakat Betawi. Saat ini tim kesenian DKI Jakarta sedang giat berlatih di Laboratorium Tari dan Karawitan Condet Jakarta, untuk selanjutnya pekan depan segera diberangkatkan ke NTB. (Suprihardjo) .


















