berita2.com (Jakarta): Brigjen (Purn) TNI Herman Sarens Sudiro meninggal dunia di RS Pertamina. Herman meninggal karena penyakit komplikasi akibat gagal ginjal.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengatakan Herman menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 11.40 WIB di RS Pertamina, Jakarta Selatan. "Sekarang tengah mengurus dokumen dan akan dibawa ke rumah duka," ujar Adhyaksa, Minggu (11/7/2010).
Herman, pria kelahiran Pandeglang, 24 Mei 1930 tengah tersangkut kasus dugaan penggelapan aset tanah milik TNI. Herman yang kala itu berpangkat kolonel dan menjabat sebagai komandan korps markas (Dankorma) Hankam mewakili ABRI menerima hibah dari beberapa pihak berupa tanah seluas 29 ribu meter persegi di Jalan Warung Buncit Raya, nomor 301, Jakarta Selatan.
Herman saat itu tidak mendaftarkan tanah ABRI tersebut ke kantor Agraria (BPN) untuk mengubah status tanah menjadi milik Dephankam atau Mabes ABRI. Dia justru berusaha menguasai milik tanah tersebut. Kasusnya pun sudah disidangkan Pengadilan Militer Tinggi, Jakarta.
Atas kasus itu, Adhyaksa berharap semua pihak berlaku arif terhadap Herman yang ikut menggoreskan diri sebagai pelaku sejarah. "Kita harus menghargai, ada plus minusnya. Almarhum itu kan saksi sejarah perlu ada kearifan dari semua pihak," katanya seperti dilansir okezone.com.
Rencananya jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Daksa I Kebayoran Baru. Esok pagi, jenazah diberangkatkan ke Banjarnegara, Jawa Tengah untuk dimakamka


















