berita2.com (Jakarta): Walikota Jakarta Timur H Murdhani mengatakan pengelolaan dan pemanfaatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2011 nanti akan diserahkan kepada Pemda. Dengan demikian bagian hasil PBB yang akan dimaanfaatkan untuk kepentingan warga Jakarta akan lebih besar lagi, tidak seperti sekarang hanya 10%.
Hal itu dikatakan Murdhani kepada wartawan saat memberikan sumbangan kepada 15 sekolah untuk tempat ibadah sebesar Rp260 juta di SDN 19 Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, pekan lalu. Karena itu perlu penarikan pajak PBB diintensifkan lagi dengan menjemput bola mendekati warga . “Ini perlu untuk mengingatkan para wajib pajak,” tandasnya.
Menanggapi itu Lurah Malaka Jaya, A Endin Kamsu S.Sos mengungkapkan dia telah melakukan Operasi Sisir PBB sejak 21-24 Juni yl karena realisasi pajak PBB saat ini baru 30%. “Ini rendah sekali, karena kelurahan lain sudah 70%. Karena itu saya akan perintahkan dilakukan lagi Operasi Sisir PBB,” kata Endin ketika meresmikan RW Siaga bagi RW 03 Malaka Jaya di kantor secretariat RW tersebut Sabtu(26/6).
Dalam Operasi Sisir PBB petugas kelurahan mendatangi warga untuk menerima pembayaran Pajak PBB di kantor-kantor secretariat RW yang berjumlah 13 RW. Bahkan Wakil Lurah Nurhendarsih SH ikut “menjemput bola” melayani warga wajib pajak di Sekretariat RW 03 Malaka Jaya, 22 Juni yang lalu. Menurut Nurhendarsih dari 'operasi 4 hari' tersebut dihasilkan pajak PBB Rp60 juta lebih dari 270-an wajib pajak. Padahal di ini ada 6000-an wajib pajak.
Mengenai kesiagaan RW dalam menghadapi masalah kesehatan dan kegawatdaruratan. Ketua RW 03 Malaka Jaya Andang Subaryono mengatakan sudah dipersiapkan sejak tahun 2008. Antara lain kepemilikan mobil ambulans dan kesiapan warganya. Sementara Bidan Lasmaria mewakili Kepala Puskesmas Malaka Jaya menuturkan dari 13 RW yang ada kini baru 6 RW termasuk RW 03 yang sudah berpredikat RW Siaga. “Seharusnya tahun 2010 ini sudah semua,” ujarnya. Hadir pula Dekel Malaka Jaya Saleh Saabah. (Suprihardjo)


















