berita2.com (Jakarta): Untuk pertamakali Walikota Jakarta Timur memberi bantuan kepada masyarakat berupa keranda/kurung batang dan perlengkapan pemulasaraan jenazah. Pemberian bantuan tersebut dilakukan Walikota H Murdhani kepada 16 pengurus masjid dan pengurus RW yang berlangsung di halaman kantor walikota tersebut, Rabu (26/5). Mendampingi saat itu Ketua Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Jakarta Timur, H Chaerudin.
Walikota Murdhani mengatakan, pihaknya memang bertugas melayani baik bagi orang yang masih hidup maupu yang yang sudah mati. Karena itu diharapkan dengan bantuan ini pelayanan pengurus RW mapun pengurus mesjid kepada masyarakat akan lebih baik.
“Betapapun pelayanan memandikan jenazah, mengkafani , menyolatkan dan memakamkannya adalah kewajiban masyarakat. Hukumnya fardu yaitu fardu kifayah,” ujarnya. Makanya diharapkan penggunaan keranda , peralatan memandikan jenazah dan perlengkapannya dapat diberikan kepada semua warga yang membutuhkannhya, baik yang dekat maupun yang jauh dari masjie. “Peliharalah fasilitas ini dengan baik agar lebih awet,” ujar Pak Wali.
Kepala BAZIS Jakarta Timur, Chaerudin menjelaskan, keranda dari stainless steel ini cukup kuat. Namun begitu oleh produsennya diberikan garansi selamanya. Juga bantun ini langsung terima ditempat. Karena itu sudah dalam kondisi siap diantar dengan truk. Satu set harganya Rp7.750.000,- terdiri dari tempat pemandian jenazah , kurung batang, bantalan 5 buah, selang, kain penutup beledu dan bordir/sulam kaligrafi serta alas beroda.
“Jadi harga total 16 set keranda dan perlengkapannya seharga Rp124 juta. Dana ini diambilkan dari anggaran pendayagunaa ZIS tahun 2010 untuk bantuan lembaga keagamaan. Pengurus masjid dapat mengajukan permohonan bantuan serupa sepanjang memang dibutuhkan dan diketahui RT/RW dan Kelurahan.
H Marwi pengurus masjid Al Mujahiddin, RT 08/03 Kampung Lio, Kelurahan Jatinegara , Kecamatan Cakung menyatakan bersyukur karena permohonannya kepada Walikota dikabulkan. “Memang kami sudah ada satu keranda, tetapi bila satu hari ada yang meninggal lebih dari satu orang jadi sulit. Harus menunggu dulu,” ujarnya.
Begitu pula yang dialami warga RW 03 Kampung Melayu seperti diungkapka Ketua RWnya, Faisal. Pernah satu hari tiga orang sekaligus meninggal. Akhirnya jenaza yang terakhir sampai sore belum dimakamkan menungg u keranda pulang dari pemakaman. Faisal mewakili pengurus Masjid At-Tawibin di RW-nya. .
Sebelumnya Walikota Murdhani juga memberikan penjelasan kepada para Polisi, satpol PP maupun masyarakat umum yang menjadi korban kerusuhan makam MBah Priok agar tawakal dan ikhlas. Diharapkan tindakan represif dapat dihindarkan selama semua pihak dapat mengerti hak dan kewajibannya masing-masing serta ada komunikasi yang baik. Di samping itu perlu pula mendapatkan informasi yang benar, jangan sampai terhasut dengan informasi yang menyesatkan. .
Bantuan ini menurut Walikota berasal dari Gubernur DKI atau pemerintah provinsi yang disalurkan melalui PMI Jakarta Timur. Karena itu jangan dilihat jumlahnya, tetapi lebih kepada makna perhatian pemerintah kepada para korban. Ketua PMI Jakarta Timur, Kusnoto maupun Kepala Markasnya Rohadi tidak merinci besarnya bantuan. Namun dirinci para penerima bantuan tersebut terdiri dari Brimob 12 orang, Satpol PP 21 orang dan masyarakat umum 2 orang. Jadi jumlahnya 35 orang. Dari segi parahnya luka yang diderita, yang luka berat 3 orang, dengan urat nadinya putus, luka sedang 11 orang dan luka ringan 21 orang. (Suprihardjo)


















