berita2.com (Jakarta): Warga yang rumahnya menjadi korban meteor di RT 001/05 Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur, Senin (24/5) masih mengharapkan uluran tangan Sudin Sosial dan Sudin Perumahan Jakarta Timur untuk dapat membangun kembali rumahnya yang rusak.
Pada Minggu (23/5/2010) 5 orang korban di Delima VI /2 itu menerima bantuan dari warga seluruh RT di RW 05 Malaka Sari sebesar Rp9,5 juta, namun jumlah itu harus dibagi 5 dengan besaran sesuai dengan kerusakannya.
“Saya sendiri menerima Rp1,85 juta. Padahal untuk membangun kembali rumah ini bisa mencapai Rp250 juta. Minimal Rp100 juta,” kata Kusnadi yang rumahnya masih berantakan. Atapnya yang ambrol hanya diganti terpal. Kalau hujan airnya masuk rumah. Menurut Kusnadi, waktu bantuan lanjutan ditanyakan kepada pihak Kelurahan, Wakil Lurah Malaka Sari, Joko mengatakan bantuan dari Suku Dinas Sosial kini sedang diproses.
Ketua RW 05 Malaka Sari, Ahmadi mengakui hasil pengumpulan seluruh warga dari RT 001 sampai RT 016 terkumpul Rp 9,5 juta. Sebenarnya PKK Malaka Sari juga sedang mengumpulkan bantuan, tetapi belum final. “Kami hari Minggu telah menyerahkan bantuan itu kepada para korban bersama Pak Wakil Lurah Pak Joko,” kata Ahmadi.
Kelima korban meteor tersebut adalah Sudarmojo, Kusnadi, Soebari Marzuki, Oman Faturohman dan Agus Simanjuntak. Mengenai pembagiannya, menurut Ahmadi sesuai formulasi yang diberikan oleh pihak Walikota Jakarta Timur.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pada 11 Mei yang lalu Wakil Walikota Jakarta Timur, Asep Syarifudin bersama Ketua BAZIS Jakarta Timur, Chaerudin memberikan bantuan kepada 5 orang korban meteor sebesar Rp 25 juta. Jumlah itu dibagi untuk pemilik rumah yang terparah yaitu Sudarmojo Rp10 juta, untuk Kusnadi dan Soebari Marzuki masing-masing Rp5 juta, untuk Oman Faturohman dan Agus Simanjuntak masing-masing Rp 2,5 juta.
Waktu itu Wakil Walikota Asep mengakui jumlah itu tidak dapat mengatasi masalah. Karena itu pihaknya menjanjikan akan berkordinasi dengan Dinas atau Sudin Sosial dan Sudin Perumahan untuk ikut membantu para korban ini.
Dalam pengamatan wartawan kemarin, rumah Sudarmojo sudah mulai dibangun kembali. Kata tetangganya satu tembok, Kusnadi, pekerjaan itu sudah dimulai sejak Senin 17 Mei yang lalu. Karena itu penghuninya hingga kini masih mengungsi ke rumah anaknya di Bumi Malaka Asri tak jauh dari lokasi ledakan meteor yang terjadi 29 April yang lalu. (Suprihardjo)


















