Jakarta, (berita2.com): Lalu lintas di sejumlah jalan raya di wilayah DKI Jakarta, Selasa siang, mengalami kepadatan parah dan antrean kendaraan di sejumlah titik jalan setelah diterpa hujan selama berjam-jam.
Kemacetan arus lalu lintas terjadi antara lain di beberapa ruas jalan protokol seperti Jalan Sudirman-Thamrin dan juga ruas Jalan Tol Dalam Kota dari arah Cawang, Jakarta Timur, menuju Tomang, Jakarta Barat.
Sementara antrean kendaraan yang ingin masuk ke jalan tol terpantau panjang antara lain di akses tol dekat Jembatan Semanggi dan juga di daerah gerbang tol dekat pusat perbelanjaan Tamini Square.
Berdasarkan data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, setidaknya terdapat tujuh titik lokasi genangan dengan ketinggian sekitar 20 cm yang menghambat arus lalu lintas.
Tujuh titik tersebut antara lain terdapat di depan Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, dekat kolong rel kereta Mangga Dua di Jalan Gunung Sahari, dan depan Hotel Ibis Jalan S Parman.
Selain itu, genangan juga terpantau di Jalan Karang Tengah, depan supermarket Hero di Jalan Biak, sekitar perempatan lampu merah Kembangan, dan depan gedung perkantoran Menara Summitmas di Jalan Jenderal Sudirman.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan masih akan terjadi untuk sejumlah daerah di wilayah Jabodetabek pada Selasa (22/12).
Beberapa daerah yang berpotensi hujan di ibukota pada malam hari antara lain di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
Sedangkan untuk daerah di sekitar ibukota yang diperkirakan akan turun hujan pada malam hari antara lain di Bogor dan Depok (Jawa Barat) serta di Tangerang (Banten).
Sejumlah jalan raya di wilayah ibukota kerap tergenang setelah turun hujan deras atau guyuran air hujan selama berjam-jam antara lain karena buruknya sistem drainase.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memberikan pengelolaan saluran drainase ke pihak swasta sehingga menjadi profesional dan tidak lagi menyebabkan genangan seperti yang terjadi saat ini.
"Yang bangun nanti Pemda, pengoperasian akan diberikan pada operator untuk disewakan ke pemilik utilitas," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, Selasa (8/12).
Pemprov akan membangun saluran drainase berbentuk gorong-gorong besar yang akan mengintegrasikan seluruh saluran utilitas termasuk air minum dan air limbah serta air hujan.(*ek)


















