berita2.com (Jakarta): Sehari setelah direstui isterinya untuk kawin lagi dengan selingkuhannya, seorang pria ditemukan tewas tergantung di tempat kerjanya di Kedoya Selatan, Jakbar, Selasa 5 April 2011.
Setelah mendapat informasi, Ny. Dah setengah berlari menuju tempat kerja Khi, suami. Menyaksikan pria 41 tahun tak bernyawa dengan leher terjerat tambang plastik hijau, ia menjerit lalu jatuh pingsan. Sejumlah kerabat langsung menggotong wanita 39 tahun itu.
Tak lama, Dah siuman. Melihat pria yang telah 18 tahun menikahinya tergeletak kaku di ruang tengah rumah mereka di Kedoya Selatan, ia kembali meraung. Dua anak perempuan pasangan itu juga meratapi hal sama. Bahkan, dua siswi SMA itu melarang saat polisi akan membawa jenazah ayah mereka ke RSCM untuk diotopsi.
Kepada petugas Polsek Kebon Jeruk, Dah mengaku suaminya memiliki wanita idalam lain (WIL) berusia 40. Perselingkuhan itu diketahui melalui pesan singkat kiriman Yoh, wanita asal Depok, dalam HP suaminya.
Ia pun mulai memperhatikan tingkah Khi. Setelah sebulan, tepatnya Senin pagi 4 April 2011, wanita itu mengajak bicara suaminya menanyakan wanita yang sering berkirim SMS tersebut.
Semula, Khi tak berterus terang. Namun, ketika terus ditanya, pria berkumis itu mengaku telah berselingkuh dengan janda yang dikenalnya di satu mal di Cijantung, Jaktim, satu bulan lalu. “Saya bilang sama suami, sebaiknya wanita itu dinikahi saja karena khawatir terjadi sesuatu. Saya ikhlas, dan rela,” katanya seperti dilansir poskota.
Hari itu juga Dah menyuruh suaminya membawa Yoh ke rumah mereka. “Saya janji tidak akan melabrak perempuan itu,” kata Aidah meyakinkan almarhum.
Khi yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat furnitur tengah tidak ada pekerjaan, ia menyetujui usulan istrinya. Ia ke Depok menjemput selingkuhannya lalu memperkenalkannya pada Dah.
“Memang benar suami saya datang membawa Yoh. Saya tidak marah sedikit pun, malah menyuruh mereka menikah karena mungkin dengan begitu suami saya akan bahagia,” katanya.
Melihat wanita selingkuhan bapaknya di rumah mereka, kedua anak Aidah tak senang. Mereka bersiap mendamprat wanita bercucu satu itu. Namun, Dah mencegah. “Kalau kamu memarahi perempuan itu nanti kamu dimarahi bapak. Lebih baik ibu bunuh diri saja,” ancam Dah. Setelah mendapat penjelasan ibunya, dua anak itu menerima keputusan tersebut.
Setelah dua perempuan itu bertemu, Khi mengantar Yoh pulang. Namun, hingga malam pria itu tak juga kembali ke rumahnya di Kedoya. “Saya pikir mungkin suami saya sedang bahagia dengan wanita itu,” kata Dah.
Agaknya, Khi mampir ke rumah kakak perempuannya, Yam, 42, di Kebon Jeruk. Kepada kakak perempuannya Khi menyampaikan kebingungannya karena dipaksa istrinya menikah dengan wanita kenalan barunya itu.
Sehabis curhat, Khi mengaku akan pulang. Namun, ia tak tidur di rumahnya. Ia bermalam di tempat kerjanya yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Diduga stres, pria itu memilih gantung diri. Jasadnya ditemukan Darwan, 34, teman kerjanya, tewas tergantung menjelang siang hari.