berita2.com (Jakarta): Tewasnya Agnes Kharisma masih menjadi misteri. Gadis yang diperkosa dan dirampok sebelum dibunuh ini diketahui meninggalkan rumah bersama seorang pria warga negara asing.
Kedua orangtua korban, Ny. Melly, 55, dan Budi, 58, Rabu (16/2), masih dirundung duka atas kematian bungsu dari tiga anaknya itu. Risma, nama panggilan akrab Agnes Kharisma, terkahir kali pergi dijemput oleh sopir pribadi temannya.
Ditemui di rumahnya di Jagakarsa, Jaksel, Ny. Melly mengaku bertemu anaknya itu terakhir Selasa (8/2) Pk. 21:30. Saat itu, Risma dijemput sopir seorang pria WNA yang jadi temannya. Melly mengantar sampai ke mobil.
“Anak saya cuma berdua dengan sopir, dia duduk di bangku belakang,” katanya. Menurutnya, sopir teman anaknya itu kerap berganti. “Sopir yang menjemput itu masih muda, saya juga baru pertama melihat orang itu,” ungkap Ny. Melly seperti dilansir poskota.
Teman pria Risma itu, kata Ny. Melly, dikenal di tempat kerjanya di sebuah hotel. “Temannya itu bukan pacar anak saya tapi memang mereka berteman dekat,” katanya. “Dia pamit mau ke Cilegon dan akan pulang Kamis atau Jumat.”
Pada hari yang dijanjikan, Risma tak juga pulang. Ny. Melly pun menelepon HP gadis cantik itu. Namun, HP-nya tak aktif. Beberapa hari kemudian, Anggi, 25, kakak Risma, kembali menghubungi nomor adiknya. Kali ini, yang mengangkat suara pria. “Pria itu mengaku memakai nomor anak saya karena membeli nomor di toko HP yang ada di Depok,” katanya.
Menurut ibunya, Risma memiliki banyak teman WNA, termasuk sejumlah pria asing. Gadis yang hanya sekolah sampai kelas 1 SMA karena keterbatasan ekonomi orangtuanya itu setahun terakhir memiliki kekasih seorang pria Singapura bernama Candy. “Pacar anak saya itu kerja di Jakarta. Dia juga datang ke RS Fatmawati waktu Risma diotopsi,” ungkapnya. Pria yang berfoto bersama Risma dalam profil di facebook diakuinya sebagai pacar anaknya. “Setahu saya, selama ini hubungan mereka baik-baik saja.”
Saat ditelusuri lewat akun facebook-nya, terungkap Risma sangat mencintai anjing peliharaannya yang diberi nama Egi. Gadis ini juga lebih sering menulis statusnya dalam Bahasa Inggris. Beberapa teman menyebut dia dan sang pacar sebagai pasangan serasi. Gadis yang disebut-sebut sering nongkrong di Jalan Jaksa, Jakpus, itu juga terlihat religius dengan beberapa kali menyatakan rasa syukur pada Tuhan bahkan dengan mengutip sebuah firman dalam kitab Injil.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Sianturi, mengatakan segera meminta keterangan sejumlah WNA yang selama ini dekat dengan korban. “Termasuk orang yang menjemputnya,” katanya.
Ia juga mengatakan berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan dokter RS Fatmawati, Agnes Kharisma diketahui tewas dicekik. “Cekikan itu yang menyebabkannya lemas lalu tewas,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Rusdi Dalbi, menambahkan penjahat juga memperkosa dan merampok korban. “Uang yang dibawa kabur jumlahnya sekitar Rp1 juta. Ini kami dapat dari keterangan keluarga terdekat korban,” kata Dalbi.
Menurut Dalbi, dari pemeriksaan ditempat ditemukan, diketahui Agnes dibunuh 3 hari sebelumnya. Kemungkinan gadis itu dihabisi di tempat lain, lalu mayatnya dibuang di tempat itu.
Jasad Risma ditemukan di selokan di Jl. Joe, Lenteng Agung, Jaksel (Pos Kota, 14/2). Wajahnya penuh lebam dan lecet pada paha kirinya. Ia juga diketahui tak mengenakan celana dalam.