berita2.com (Jakarta): Vagina seorang gadis berusia 13 tahun mengalami pendarahan. Ia ditemukan pukul 03.00 dini hari di masjid dalam keadaan terkulai lemas . Ternyata ia telah diperkosa oleh seorang pria beranak satu.
Pria itu baru seminggu berkenalan dengan gadis tersebut. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu RW di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Namanya Wihanda alias Wiwi, 24, yang sempat diamuk warga diamankan anggota Sabhara Polsek Tanjung Duren untuk diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat.
Sementara gadis yang yang mengalami pendarahan itu dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka disergap warga di rumah kontrakannya, Selasa (27/12) subuh.
Gadis yang tinggal Jalan Asia Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga Selasa malam masih menjalani perawatan di RS Sumber Waras. Ia terpaksa dirawat karena mengalami pendarahan, dan menurut dokter mengalami shock.
Bagaimana pemerkosaan itu berlangsung? Sejak berkenalan dengan gadis itu, Wihanda sering datang bermain ke rumah kontrakannya di Jalan Salak, Tanjung Utara. Gadis itu pun lalu bermain ke rumah tersangka hingga larut malam.
Ayah gadis itu, Syarif Sadari ( 40) sempat mencari putrinya. Namun sekitar pukul 03:00 dinihari, gadis kencur itu ditemukan di sebuah mesjid di lantai dua sudah dalam kondisi lemas dan mengaku dinodai pelaku di rumahnya. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, petugas Polsek Tanjung Duren yang mendapat laporan dari masyarakat lalu datang ke tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan tersangka.
“Kami langsung menyerahkan tersangka Wihanda ke Unit PPA Polres Jakarta Barat, untuk diproses,” ujar Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Dwi Indra Laksmana.
Tersangka sudah lima tahun bekerja sebagai petugas kebersihan sudah beristri dan memiliki satu anak. Keluarganya menetap di Sukabumi, Jawa Barat.
Keterangan Kanit PPA Polres Jakarta Barat, AKP Budi Setiadi M Hum, megatakan tersangka mengaku, korban adalah pacarnya yang sering datang ke tempat kontrakannya. ”Kami belum bisa meminta keterangan korban karena masih dirawat,” ujarnya.

















