berita2.com (Jakarta): Diketahui memiliki senjata api, polisi tidak mau mengambil Resiko. Sandi, penculik mahasiswi dengan menggunakan senjata api, terpaksa ditembak oleh petugas kepolisian. Dengan kedua kakinya tertembak, ia terpaksa menyerah.
Sandi, tersangka penculik mahasiswi di Kampung Sawah, Kota Bekasi roboh ditembak saat rumah kontrakannya di bilangan Kebon Jeruk Jakarta Barat, digerebek petugas reserse Polresta Bekasi Kota, Jumat(24/6) dinihari.
Selain mengamankan tersangka Sandi, petugas juga membebaskan Kristin,23, mahasiswi yang jadi korban penculikan.
Barang bukti berupa senjata api diduga rakitan maupun sejumlah senjata tajam disita, Kini tersangka Sandi yang kedua kakinya ditembus timah panas itu diperiksa intensif. Petugas juga masih melakukan pengejaran tersangka lainnya.
Seperti diketahui, sembilan orang mengendarai lima sepeda motor mendatangi rumah Kristin di Kampung Sawah, Bekasi. Kesembilan lelaki itu mendobrak rumah korban dan melepaskan tembakan yang mengenai Yohanes ayah mahasiswi tersebut.
Tidak hanya itu saja. Setelah mengacak-acak rumah korban, pelaku juga membawa kabur Kristin mahasiswi UKI. Diduga motifnya soal asmara, karena Sandi adalah mantan pacar Kristis.