berita2.com: Citra Yunita, artis penyanyi dangdut pelantun lagu Buaya Cinta ditangkap petugas Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat saat mengkonsumsi narkoba.
Ia dibekuk polisi saat asyik menikmati barang haram jenis shabu di kawasan Taman Sari. Belum diketahui, berapa banyak barang buktinya. Ia ditangkap anggota Satuan Reskrim Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/1) malam. Citra pun masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol JR Sitinjak, membenarkan adanya penangkapan pedangdut seksi tersebut. “Benar kalau itu artis dangdut,” ungkapnya singkat, Senin (16/1/2012).
Kriminal
Artis Citra Yunita ditangkap
Wanita panggilan bertarif Rp 1,5 juta dijarah oleh konsumennya setelah dikencani
berita2.com (Jakarta): Seorang wanita panggilan yang menjajahkan dirinya melalui internet dikencani pria hidung belang di sebuah hotel, setelah dipesan melalui germonya. Ia lalu ditodong dengan pisau, diikat dan mulutnya dilakban. Uang, hp, tas dan mobilnya dijarah.
Begitulah nasib DP, 26, cewek panggilan bertarif Rp1,5 juta sekali kencan. Sudah bercinta tidak dibayar, mobil dan handphone (HP) BlackBerry miliknya dibawa kabur pria hidung belang yang membookingnya.
Tragis lagi, cewek berambut pirang, berhidung mancung, dan montok ini, usai dikencani pria mengaku pengusaha dari Menado di Hotel Ciputra, Jalan S Parman, Jakarta Barat, sempat diborgol dan mulutnya dilakban.
Berkat kecepatan anggota Jatanras Polres Jakarta Barat, dalam tempo 12 jam, tersangka Jimmy Muliku, 30, yang mengaku sudah sembilan kali melakukan aksi serupa di Jakarta dan Surabaya, dibekuk di halaman parkir Hotel Sentosa, Bekasi.
Peristiwa yang menimpa cewek cantik ini terjadi Senin (26/12/2011) petang, sekitar jam 15:30. Menurut tersangka Jimmy alias Abang, sebelum kencan dengan DP, ia melihat wajah wanita panggilan ini di internet. Selanjutnya, Jimmy menghubungi germo melalui telepon selularnya.
“Setelah sepakat tarifnya Rp1,5 juta, saya minta germo itu mengarahkan anak buahnya ke Hotel Ciputra,” tutur tersangka kepada Kanit Reskrim Kriminal Umum, AKP Agung Wibowo SH, yang ikut menangkap tersangka seperti dilansir poskota .
Tersangka yang sudah menunggu cewek panggilan di hotel tersebut, dihampiri seorang wanita cantik berambut pirang. Selanjutnya, pasangan ini masuk ke kamar No. 1543.
”Saya sempat kencan sama dia. Tapi karena tujuannya bukan buat begituan, maka setelah berkencan saya menyuruh cewek itu mengenakan pakaian,” kata Jimmy.
Usai berdandan itulah, wanita warga Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dihampiri pelaku lalu ditodong pisau. “Kalau kamu bisa menuruti permintaan saya akan selamat. Tetapi kalau tidak, saya kasih ini,” ancam tersangka sambil membolak-balik pisau kecilnya.
Cewek panggilan itupun bertanya kepada pria yang sempat memperkenalkan dirinya sebagai pengusaha dari Manado. “Kalau begitu kamu minta apa,” tanya DP.
Jimmy meminta uang Rp15 juta. “Kalau tidak dikasih sebagai sandranya mobil Suzuki Estilo yang kamu bawa itu,” pintanya.
Hanya saja cewek panggilan itu menolak dan cuma bersedia memberi uang senilai Rp3 juta. Mendengar tawaran itu, tersangka langsung memborgol tangan korban. Kaki DP diikat di kursi. Bahkan mulut korban dilakban. Jimmy membawa tas korban yang berisi kunci mobil dan isinya berupa HP dan lainnya. Penjahat mesum ini meninggalkan DP dan membawa kabur mobilnya.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Drs Setija Junianta M Hum, menjelaskan, Senin malam sekitar pukul 22:00, pihaknya mendapatkan laporan kasus tersebut .
Dengan memperoleh ciri-ciri pelaku dari korban, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Ferdy Sambo SH, SIK, MH, bersama AKP Agung Wibowo SH dan lima anggota Jatanras melakukan pengejaran, di antaranya ke Bandara Sokekarno-Hatta dan beberapa tempat di wilayah Jakarta Selatan.
“Kerja anggota kami tidak sia-sia. Pada hari Selasa (27/12) sekitar pukul 09 :00 pagi, Suzuki Estilo milik korban terparkir di Hotel Sentosa Bekasi. Di tempat inilah tersangka Jimmy kami tangkap,” ujar kapolres.
Gadis 13 tahun deperkosa, ditemukan terkulai di masjid
berita2.com (Jakarta): Vagina seorang gadis berusia 13 tahun mengalami pendarahan. Ia ditemukan pukul 03.00 dini hari di masjid dalam keadaan terkulai lemas . Ternyata ia telah diperkosa oleh seorang pria beranak satu.
Pria itu baru seminggu berkenalan dengan gadis tersebut. Ia bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu RW di Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat. Namanya Wihanda alias Wiwi, 24, yang sempat diamuk warga diamankan anggota Sabhara Polsek Tanjung Duren untuk diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat.
Sementara gadis yang yang mengalami pendarahan itu dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka disergap warga di rumah kontrakannya, Selasa (27/12) subuh.
Gadis yang tinggal Jalan Asia Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga Selasa malam masih menjalani perawatan di RS Sumber Waras. Ia terpaksa dirawat karena mengalami pendarahan, dan menurut dokter mengalami shock.
Bagaimana pemerkosaan itu berlangsung? Sejak berkenalan dengan gadis itu, Wihanda sering datang bermain ke rumah kontrakannya di Jalan Salak, Tanjung Utara. Gadis itu pun lalu bermain ke rumah tersangka hingga larut malam.
Ayah gadis itu, Syarif Sadari ( 40) sempat mencari putrinya. Namun sekitar pukul 03:00 dinihari, gadis kencur itu ditemukan di sebuah mesjid di lantai dua sudah dalam kondisi lemas dan mengaku dinodai pelaku di rumahnya. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, petugas Polsek Tanjung Duren yang mendapat laporan dari masyarakat lalu datang ke tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan tersangka.
“Kami langsung menyerahkan tersangka Wihanda ke Unit PPA Polres Jakarta Barat, untuk diproses,” ujar Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Dwi Indra Laksmana.
Tersangka sudah lima tahun bekerja sebagai petugas kebersihan sudah beristri dan memiliki satu anak. Keluarganya menetap di Sukabumi, Jawa Barat.
Keterangan Kanit PPA Polres Jakarta Barat, AKP Budi Setiadi M Hum, megatakan tersangka mengaku, korban adalah pacarnya yang sering datang ke tempat kontrakannya. ”Kami belum bisa meminta keterangan korban karena masih dirawat,” ujarnya.
Ustad Disiksa Hingga Nyaris Tewas
berita2.com (Jakarta): Seorang ustad disiksa dan disekap selama 5 hari, hingga nyaris tewas. Sebulum sang ustad mendapat perlakuna itu, kelompok yang biasa berada di arela mesjid makam Mbah Priok tersebut terlebih dahulu menahan murid ngaji hingga 9 hari.
Demikian antara lain isi dakwaan jaksa dalam sidang kasus penyekapan disertai penyiksaan seorang ustadz di makam Mbah Priok yang terjadi pada Juli lalu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (23/11/2011).
Saat proses sidang berlangsung diwarnai kericuhan karena keluarga korban berteriak-teriak dalam ruangan saat majelis hakim menunda sidang.
Suasana berlangsung tegang saat puluhan anggota ormas mendatangi gedung pengadilan. Mereka menilai ada kejanggalan karena sidang digelar tanpa menghadirkan dua orang yang diduga ikut terlibat dalam kasus penyekapan dan penyiksaan.
Kubu korban mengancam, aksi protes akan terus dilakukan bila pengadilan tidak menghadirkan dua orang, yakni HA dan HS.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tekiyono dalam dakwaanya menyebutkan Bambang Cs terdakwa diketahui telah menahan Ustads Uci hingga 5 hari serta menyiksanya hingga nyaris tewas.
Dalam sidang juga dibacakan bahwa sebelum disekap dan disiksa, kelompok yang biasa berada di arela mesjid makam Mbah Priok tersebut terlebih dahulu menahan murid ngaji dari Ustad Uci hingga 9 hari.
Akibat penyisaan yang luar biasa ustad warga Koja, Jakarta Utara ini hingga kini menderita cacat permanen di bagian muka maupun beberapa bagian tubuhnya penuh luka.
Penahaan berawal dari tuduhan kelompok makam yang menuding bahwa Angga (murid ngaji) Usatad Uci mencuri uang di dalam kotak amal. Kendati tidak terbukti namun anak baru gede (ABG) ini ditahan dan disika.
Sedangkan Ustad Uci yang tengah mencari muridnya tiba-tiba melihat Angga beada di dalam mesjid makam Mbah Priok, tapi justru ikut ditahan dan disiksa hingga gigi rontok, bibir sobek, tangan, kaki patah dan sekujur tubuh penuh luka-luka.
Korban baru bisa diselamatkan setelah Polres Pelabuhan Tanjung Priok menerima laporan dari warga ada dua orang disandera di dalam makam dan evakuasi akhirnya dilakukan.
Mempelai Wanita Lompat dari Apartemen
berita2.com (Jakarta): Calon pengantin bunuh diri dengan melompat dari lantai 3 sebuah ruko di Apartemen Palazzo blok A-12, Kemayoran, Jakpus, Senin (21/11) dinihari.
Indah Haspriantini,39, nama calon mempelai wanita itu sempat bertengkar karena calon suaminya yang mau mengundang dua temannya. IndaH tidak setuju. Pada Sabtu (19/11) malam korban sempat blackberry messenger (BBM-an) dengan salah satu rekannya Alin Marliana yang berada di Medan, Sumatra Utara.
Dalam BBM-nya, ia menulis “Cici mau mati saja, agar Mulyanto puas “ serta memperlihatkan foto pergelangan tangannya bekas sayatan.
Selang sehari setelah bertengkar, korban nekat melompat di hadapan calon suaminya. Korban tewas di tempat. Sekarang jasad dibawa ke RSCM, Sedangkan Mulyanto calon suami korban di bawa ke Polsek Kemayoran guna penyelidikan lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Kemayoran AKP Mustakim mengatakan, kejadian tersebut murni bunuh diri, bukan kasus pidana.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 39































