berita2.com (Bogor): Dituduh menyantet seorang warga yang sakit ayan, seorang paranormal yang membuka praktek di rumahnya di Kampung Kedongdong RT 12/06 Desa Bantar Kuning Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor meninggal secara tragis Senin malam 13 Desember 2010. Ia dikubur hidup-hidup oleh masa yang mengamuk.
Ia oleh puluhan warga dikubur secara hidup-hidup dalam sumur dengan kedalaman 3 meter yang berada di depan rumahnya dengan cara ditutupi dengan batang pisang dan batu serta pasir.
Jasad paranormal ini baru bisa dievakuasi petugas Polsek Cariu Selasa 14 Desember 2010 sekitar pukul 07.30, setelah paginya ada warga yang melapor ke polisi. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Cariu, namun karena kritis, korban akhirnya meninggal.
Kini kasusnya dalam penyilidikan Polsek Cariu. Sementara jenasah sang paranormal di kirim ke RS Polri Kramatjati Jakarta Timur guna keperluan otopsi.
Awalnya Senin 13 Desember 2010 sekitar pukul 18.30 malam, Osih 40, yang menderita sakit ayan, datang berobat ke Artam 70, seorang kakek yang dikenal sebagai paranormal yang dikenal warga sangat ahli dalam pengobatan.
Usai diobati, Osih tidak kunjung sembuh. Malah bertambah parah. Keluarga lalu menuding, sang paranormal telah menyantet Osih. Menjelang malam, massa yang dipimpin Odih 30, Ketua RT yang juga saudara Osih bersama Mamun, orangtua Osih datang kerumah korban.
Mamun dan Odih menyeret korban keluar rumah, yang diluar sudah menunggu sekitar 50 warga. Dalam kondisi tidak berdaya, korban lalu dibuang paksa ke sumur.
Seperti dilansir poskota, Kapolsek Cariu, Kompol Wahyu membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyilidikan atas Odih dan Mamun. ”Belum ada tersangka, karena baru pagi ditemukan. Keterangan 50 orang yang menganiaya korban, juga belum bisa dipastikan. Tunggu saja, karena keterangan dari Odih dan Mamun sedang diperdalam,” kata Kompol Wahyu.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Zulkarnaen Harahap saat dikonfirmasi mengaku, belum mengetahui apakah sebelum dibuang kedalam sumur, korban terlebih dahulu dianiaya. Menurutnya, dirinya masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit.