berita2.com Kamis, 09 September 2010

 
You are here: Home Metropolitan
Banner

Metropolitan

Inilah Pengakuan Orang Yang Ditabrak Mobil Patroli Polisi Itu

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Namanya Apriyanto, ia adalah mahasiswa yang ditabrak mobil polisi tahun 2008 silam dan videonya kini ramai di internet, membantah membawa bom molotov seperti yang dituduhkan polisi. Suasana jalan saat itu juga sepi.

"Saya tidak bawa apa-apa. Malah suasana saat bubar jalan tidak ramai, sepi dan lancar-lancar saja," ujar Apriyanto saat melapor ke Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2010).

Apriyanto menceritakan, awalnya memang ada ribuan mahasiswa yang berdemo kenaikan BBM di depan gedung DPR. Saat sore, massa sudah mulai membubarkan diri dan dia saat itu dalam perjalanan pulang.

"Tiba-tiba ada mobil patroli yang langsung menabrak saya. Setelah ditabrak saya terpental 3-4 meter," ungkap mahasiswa IAIN Jambi ini. Akibat tabrakan itu, Apriyanto dirawat di RS UKI karena menderita luka memar di leher dan tempurung lututnya bergeser.

Tujuannya ke Komnas HAM? "Jadi saya ke sini untuk meminta agar pelaku diberi sanksi pemecatan dan kami diberikan ganti rugi materil dan imateril," tutup Apriyanto.

Gadis ABG Diperkosa Duda Beranak Dua

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Bogor): Gadis ABG berusia 13 tahun, DS, digagahi oleh SP (33), duda dengan dua anak. Pemerkosaan itu dilakukan di sebuah vila di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/7/2010).

Kasus pemerkosaan itu terungkap setelah anak baru gede (ABG) itu melaporkan kejadian yang menimpanya kepada MM (68), orangtuanya. MM kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi, sehingga SP pun ditangkap.

"Mereka (DS dan SP) baru pertama kali bertemu. Sebelumnya hanya kenal melalui telepon," kata Kasat Reskrim Polres Bogo, Kompol Jaen W Siregar, Selasa (27/7/2010).

Kepada polisi, DS mengaku kesemuanya itu berawal dari telepon salah sambung yang datang dari SP. Telepon salah sambung tersebut berlanjut menjadi ajang perkenalan.

Akhirnya, keduanya sepakat untuk bertemu di Puncak, tepatnya di Taman Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/07) sore. Di sanalah bocah yang beranjak remaja itu digagahi.

Gempar! Video Mobil Polisi Nabrak Orang, Siapa Pengedarnya?

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Tiba-tiba dunia maya digempar dengan beredarnya video yang menayangkan mobil patroli polisi menabrak warga di sebuah jalan di Jakarta. Peredaran video ini cepat meluas ke publik setelah diunggah ke internet. Video ini tersebar di jejaring sosial, seperti Facebook,  Youtube, dan juga beredar di BlackBerry Messenger. Lalu siapa pengedarnya?

Video itu menayangkan sebuah mobil patroli dari wilayah Polda Metro Jaya yang nomor punggungnya tidak begitu kelihatan, tengah melintas di dekat kerumunan massa. Waktu itu siang hari.

Tiba-tiba saja, mobil itu melesat cepat dan menyerempet seorang warga hingga terpental ke pinggir jalan. Sontak, kejadian ini  menimbulkan  perhatian orang-orang yang kebetulan berada di sekitarnya.

Ada warga yang kemudian melempari mobil patroli polisi itu. Tetapi, mobil sudah melesat jauh. Warga hanya terbengong-bengong. Tidak diketahui secara jelas bagaimana nasib warga yang ditabrak mobil tadi. Namun melihat lokasi di tayangan video itu, berdekatan dengan jalur busway. Sebab, mobil polisi itu melesat lewat jalur busway usai menabrak.

Video di Internet yang merekam sebuah mobil patroli polisi menabrak seorang demonstran hingga terpental beberapa meter, dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar.

“Kejadiannya sudah berlangsung pada 2008 lalu,” kata Boy seperti dilansir VIVAnews.com, Selasa (27/72010).

Boy kemudian menceritakan detik-detik peristiwa itu. Saat itu, kata dia, sedang terjadi demonstrasi besar-besaran di sekitar Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Di tengah demonstrasi, menurut versi Boy, sebagian peserta bertindak anarkis. Mereka membakar mobil Toyota Avanza berplat merah yang melintas di jalan.
Tak lama setelah pembakaran berlangsung, datanglah mobil polisi yang dikemudikan seorang anggota Polres Jakarta Barat. Mobil itu hanya ditumpangi seorang polisi yang menyetir kendaraan.

“Tiba-tiba mobil patroli dihadang. Karena khawatir dilempar bom molotov oleh orang yang menghadang, dia berusaha menghindar,” kata Boy.

Masih menurut versi Boy, saat si polisi mempercepat laju mobil patroli untuk menghindari aksi pembakaran, terjadilah kecelakaan itu. Salah satu demonstran yang ditengarai membawa bom molotov terserempet mobil. “Saat itu posisi dia (polisi) terdesak,” kata Boy.

Setelah itu, petugas polisi yang mengemudikan mobil itu langsung menuju ke Polda Metro Jaya dan melaporkan insiden itu kepada atasannya. “Memang setelah dicek, tidak ada korban jiwa, hanya terserempet,” kata Boy lagi.

Video yang menghebohkan itu dengan cepat meluas ke publik setelah diunggah ke Internet dan tersebar di Facebook, Twitter, Youtube, juga BlackBerry Messanger. Saat ini, kata Boy, Polda Metro Jaya tengah menyelidiki siapa pengunggah video itu. “Kami ingin mencari tahu motif penyebaran video itu.”

Mabes Polri juga akan mengusut penyebar video mobil polisi menabrak mahasiswa. Alasan pengusutan dilakukan karena video itu bisa meresahkan masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Marwoto Soeto, polisi sudah menjadi humanis dan tidak perlu dipermalukan seperti itu

"Ini bisa meresahkan masyarakat. Kita mau cari siapa sebenarnya yang menyebarkan kaya gini-gini (video)," kata Marwoto di kantornya, Selasa (27/7/2010).

Marwoto mempertanyakan motivasi penyebaran video penabrakan itu. Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak terus menerus menyudutkan institusinya. "Saya minta tolong pada masyarakat untuk tidak menyebarkan hal-hal yang membuat citra polisi makin turun," kata dia.

Namun demikian, dia mengatakan Polri akan menyelesaikan kasus beredarnya video penabrakan mahasiswa oleh mobil polisi ini dengan kepala dingin. "Ya tenang-tenang saja. Kita selidiki dulu. Nggak usah marah-marah dulu," kata dia.

1 dari 5 Korban Mobil Gila Akhirnya Meninggal

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Salah satu korban mobil Honda City gila yang seperti dikemudikan setan di mal Cibubur Junction dinyatakan tewas. Bocah yang diketahui bernama Dimas (5) tersebut sudah dibawa ke rumah duka.

"Benar, ada satu yang meninggal. Sudah dibawa tadi subuh ke rumah duka," kata salah seorang petugas jaga IGD RS Meilia, yang enggan disebutkan namanya kepada Minggu (25/7/2010). Petugas tersebut enggan merinci soal kematian korban. Dia memastikan Dimas adalah salah satu pengunjung mal yang sudah kritis saat dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, jumlah korban yang masih dirawat di RS Meilia kini ada tiga orang. Satu orang sudah dibawa pulang oleh keluarga karena kondisinya membaik. "Sudah pulang satu, sekarang tinggal 3 lagi," tutupnya.

Kanit Laka Ciracas Iptu Yusuf juga menambahkan, korban bernama Dimas memang sudah kritis sejak peristiwa berlangsung. Korban tak sadarkan diri karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala.

"Iya anak itu memang kritis, tapi belum meninggal pas kejadian. Mungkin di rumah sakit," tambahnya. Seperti diketahui, mobil Honda City berwarna silver kehilangan kendali saat hendak parkir ke arah basement mal Cibubur Junction. Mobil tersebut 'nyelonong' ke arah ATM BCA dan Superhome. Belum jelas apa penyebab kejadian tersebut.

Pengemudi kendaraan tersebut sampai Minggu (25/7/2010) siang masih diburu pihak kepolisian. Ia diduga tidak terbiasa menggunakan mobil transmisi otomatis (matik)

Mobil 'Gila' di Cibubur, Nyelonong ke Dalam Mal Lukai 5 Orang

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta):  Mal Cibubur Junction tiba-tiba gempar, semua pengunjungnya panik menduga menduga gedung mal itu akan roboh. Ternyata sebuah mobil Honda City dengan kecepatan tinggi menyelonong masuk ke dalam mal tersebut, membuat lima orang luka-luka. Tidak ingin bertanggung jawab, sopir mobil bernopol B 8212 SS itu melarikan diri.

Hal ini berdasarkan informasi dari situs TMC Polda Metro Jaya, yang menyatakan, ada sekitar 4-5 anak yang mengalami luka-luka. Kini, mereka dievakuasi ke RS Melia. Sementara, sang pengemudi kabur entah ke mana.

Sebelumnya, saksi yang berada di lokasi kejadian menuturkan, korban luka adalah pengguna ATM BCA dan pengunjung gerai Superhome.

"Ada beberapa orang yang luka-luka ditabrak mobil itu," ujar Santoro, saksi di lokasi kejadian, Sabtu (24/7/2010).

Tidak lama setelah kejadian, pngemudi mobil juga tidak terlihat lagi di lokasi. "Sopirnya sudah nggak ada. Yang luka juga sepertinya sudah dievakuasi," tambahnya.

Seperti diketahui, mobil Honda City berwarna silver kehilangan kendali saat hendak parkir ke arah basement mal Cibubur Junction. Mobil tersebut 'nyelonong' ke arah ATM BCA dan Superhome. Belum jelas apa penyebab kejadian tersebut.

Halaman 9 dari 73

Berita Terkait