berita2.com Sabtu, 04 September 2010

 
You are here: Home Metropolitan
Banner

Metropolitan

Paskibra Push Up Telanjang Bulat, Lapor Polisi

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Anggota Paskibra DKI melaporkan tiga seniornya ke Polda Metro Jaya, Jumat (3/9/2010), karena mendapat pelecehan dari seniornya. Dia, L, paskibra laki-laki, disuruh push up telanjang bulat.

"Rencananya saya dan putra saya akan melapor ke Polda Metro pukul 15.00 WIB besok. Karena dia sudah paham kalau Purna Paskriba Indonesia salah," ujar Jusuf Ginting, orangtua korban, di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2010).

Jusuf adalah orang tua L (16), laki-laki, yang pernah disuruh melakukan push up dingin. Push up ini dilakukan oleh 3-4 orang anggota Paskibraka putra. Mereka akan tiduran secara bertumpuk-tumpuk dengan kondisi basah dan telanjang bulat. "Ini kan sudah di luar nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan," tegas Jusuf.

Akan ada tiga senior yang dilaporkan ke polisi. Mereka adalah A serta dua orang rekannya. Namun nama ketiga orang tersebut tidak pernah tercantum dalam daftar panitia.

Jusuf sangat menyesalkan kejadian tersebut menimpa anaknya. Terlebih lagi, perjuangan anaknya untuk sampai bisa masuk ke Paskibra, amatlah berat.

"Proses rekrutmen juga panjang, dari mulai kecamatan hingga tingkat nasional, dilakukan sejak April hingga Agustus. Saya tidak setuju dengan cara pelatihan ini," tegas dia.


Jakarta - Anggota Paskibra yang diduga mengalami pelecehan seksual beserta para orangtuanya diperiksa Polda Metro Jaya. Orangtua mengaku kecewa dengan perlakuan senior Paskibra yang dianggap tidak ada kaitannya dengan kegiatan Paskibra.

"Coba kalian bayangkan, anak saya baru gadis disuruh berbaris telanjang, nggak boleh. Sory-sory saja, apa hubungannya menaikkan bendera dengan telanjang. Mereka disuruh baris telanjang, its too much," kata orang tua salah seorang Paskibra, SDN, Loren Neville di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Loren khawatir, adegan berbaris telanjang yang dilakukan oleh anaknya beserta teman-teman Paskibra atas perintah senior tersebut direkam. Sebab saat peristiwa itu terjadi, ada salah satu senior yang sedang membawa ponsel kamera.

"Dan yang disuruh telanjang itu, mereka baru gadis. Itu sexual exploitation. PPI harus dibubarkan. Dan kalo bisa yang profesional, bukan yang begini," ujarnya kesal.

Menurut Loren, hari ini yang diperiksa yakni SDN, I dan Loren sendiri sebagai orangtua siswa dan beberapa orangtua siswa lainnya.

Salah satu orangtua siswa lain, Wier Ritonga mengatakan, setiap kali mandi pagi dan sore hari, dalam hitungan 1 sampai 10 mereka disuruh melipat pakaian lalu berbaris telanjang ke kamar mandi, begitu juga sebaliknya. "Itu tidak wajar. Sampai sekarang anak saya syok dan bingung karena di sekolahnya juga ditanya-tanyain," keluh Wier Ritonga.

Sementara orangtua L, remaja putra yang juga menjadi korban pelecehan seksual, Yusuf, mengaku keberatan atas perlakuan para seniornya yang dikenal dengan istilah 'push up dingin'.

"Dimana 3 sampai 4 orang anak, tidur di atas temannya dalam kondisi basah dan telanjang. Tapi itu hanya selama pelatihan," terang Yusuf.

Saat ditanya kenapa keberatan melakukan tidur telanjang, Yusuf mengaku anaknya merasa tidak nyaman. "Dia tidak merasa nyaman, kan bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan dan ini ini diperintahkan oleh senior yang tidak terdaftar sebagai panitia," kata Yusuf.

Seorang Pria Bakar Rumahnya Sendiri

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Depok): Seorang pria warga Jl Pajajaran, Mekar Jaya, Sukma Jaya, Depok, tanpa alasan yang jelas membakar rumahnya sendiri sehabis sahur, Jumat (3/9/2010) subuh

Api yang mengamuk berhasil dijinakan satu jam kemudian setelah tiga mobil damkar dikerahkan. Warga setempat marah ketika mengetahui kebakaran itu disebabkan karena ulah si pemilik rumah. Petugas dengan cepat mengamankan pelaku

"Setelah bakar rumahnya, dia duduk di pojok teras, katanya orang itu stres," ujar saksi mata, warga setempat. Pria itu disebut-sebut bekerja sebagai PNS. Dia hanya tinggal seorang diri di rumah seluas sekitar 90 meter itu karena keluarganya sedang pulang kampung. Kini Heri diamankan ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan.

WN Malaysia Disweeping 3 September

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Warga Negara (WN) Malaysia di Jakarta disweeping oleh aktivis LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Jumat (3/9) siang.

"Kita akan mendatangi pusat-pusat keramaian, tempat bisnis, dan tempat lain untuk mencari orang-orang Malaysia," kata aktivis Bendera Mustar Bonaventura, di Jakarta, Jumat (3/9).

Meski demikian ia tidak menyebutkan di mana sweeping akan digelar. "Yang jelas siang hari," katanya singkat.

Dia menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk menunjukkan kekecewaan terhadap pemerintah Indonesia yang lembek menghadapi Malaysia. Di samping itu, untuk menunjukkan pada Malaysia bahwa masih ada warga Indonesia yang tidak terima kedaulatan negaranya dilecehkan.

Harga Tanah Makam Pangeran Jayakarta Rp 5,7 Miliar

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Kompleks makam Pangeran Jayakarta, makam Pangeran Sangiang  dan Masjid Assyalafiah di Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur seluas 17.500 m2 merupakan  kawasan cagar budaya yang dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1992 dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 475 tahun 1993.

Karena itu untuk penataan dan perluasannya kawasan cagar budaya tersebut diperlukan pembebasan lahan di sekitarnya seluas 2190 m2 .Untuk itu kini  sedang diproses Surat Ijin Pembebasan dan Penguasaan Tanah (SIPPT) atas lahan tersebut di Biro Tata Bangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Bambang Subekti didampingi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Aspriono mengungkapkan hal itu di ruang kerjanya Selasa (31/8).

“Sosialisasi kepada warga yang terkena pembebasan tanah tersebut sudah dilakukan dua kali.Selama itu tidak ada yang protes. Tetapi tiba-tiba ada seorang yang protes. Tapi tidak kepada kita atau Walikota Jakarta Timur,” kata Bambang Subekti. Dana pembebasan lahannya telah dianggarkan dalam APBD 2010 sebesar Rp5,7 miliar.

Petugas dari BPN Jakarta Timur telah melakukan pengukuran baik lahan eksisting maupun lahan keseluruhan termasuk perluasannya. Dari pendataan di lapangan lahan perluasan kompleks Makam Pangeran Jayakarta seluas 2.190 m2 itu terbagi dalam 17 persil.

Penataan dan perluasan Makam Pangeran Jayakarta ini menurut Bambang Subekti seperti tuntutan kebutuhan yang didukung para ahli waris Pangeran Jayakarta. Sebab pada saat musim perziarahan seperti menjelang HUT kota Jakarta dan bulan Ramadhan seperti ini banyak peziarah yang datang dari luar daerah sehingga parkirnya sering membuat macet Jl Jatinegara Kaum sampai ke Jl Bekasi Timur Raya.

Dalam rencana penataan nanti akan dibangun sarana dan prasarana berupa galeri, kantor secretariat, lahan parkir sekaligus lahan upacara. Masjid Assyalafiah menurut sejarah didirikan tahun 1620 oleh Pangeran Jayakarta yang mengasingkan diri ke Jatinegara Kaum setelah kerajaannya di sisi timur muara Ciliwung dihanguskan tentara VOC Belanda akhir tahun 1619. Hingga kini anak cucu keturunan Pangeran Jayakarta dan pengikutnya masih mendiami sekitar makam dan masjid tersebut.

Lurah Jatinegara Kaum, Thamrin Khalik juga menyanggah masih ada yang tidak setuju perluasan kawasan makam bersejarah tersebut. “Waktu sosialisasi dua kali tidak ada keberatan apa-apa,” ujarnya.

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Walikota Jaktim Bantu 2903 Orang Guru Rp 1,4 Miliar

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Jakarta): Dalam mengaktualisasikan nilai-nilai nuzulul Qur’an para pejabat dan karyawan  di lingkungan Jakarta Timur,  Walikota Jakarta Timur H Murdhani menyerahkan bantuan kepada 2000 orang guru ngaji dan 903 guru dengan Rp400.000 per orang dan bantuan  21 keranda jenazah kepada pengurus masjid.

Acara berlangsung di Masjid Baitul Muhyi, kantor Walokta, Selasa (31/8). Pada waktu yang sama Walikota didampingi Asisten Kesmas Sekko Jakarta Timur, Ibnu Hajjar dan Kepala Kantor BAZIS Jakarta Timur Chaerudin Hasan juga menyerahkan bantuan monumental sebesar Rp80 juta untuk 2  madrasah di Cakung.

Pada sambutannya Walikota mengatakan, turunnya Al Quran 15 abad yang lalu merupakan peristiwa besar yang membawa pandangan baru bagi umat manusia dan kemanusiaan. Karena itu Al Quran merupakan undang undang universal yang berisi hukum Islam yang merupakan sumber kebaikan bagi orang yang beriman.

Dalam bulan Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak beramal saleh, membaca dan mengkaji kandungan isi Al Qur’an. Diharapkan dengan kajian itu dapat meningkatkan kinerja para pegawai yang muslim yang merupakan pegawai yang religius, produktif dan kompetitif.

Terhadap kemajuan teknologi informasi seperti internet dan telepon genggam, diharapkan orang tua waspada dan melakukan pengawasan kepada putra putrinya jangan sampai terperosok pada hal yang merusak moralitas mereka. Mengutip Surat Al Alaq, Walikota minta agar kita semua mau banyak membaca, mengamati dan menelaah alam sekitar dan kejadiannya.

Mantan anggota DPRD DKI Jakarta DR H Nur Alam Bachtir MA selaku dai/mubaligh menggarisbawahi kewajiban umat Islam untuk banyak membaca, mengamati dan introspeksi. “Pak Wali ini sudah seperti dai. Katanya nanti kalau pensiun juga mau  menjadi dai,” ujar Nur Alam sambil tertawa.

Chaerudin Hasan menjelaskan dana tersebut merupakan dana zakat , infak dan sodaqoh dari warga Jakarta Timur termasuk pejabat dan karyawan di Pemerintah Kota selama tahun 2009. Pendayagunaan kali ini total Rp1,403 miliar lebih, termasuk untuk keranda Rp162,75 juta dan untuk 2903 guru honorer dan guru ngaji.

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Halaman 1 dari 73

Berita Terkait