berita2.com Kamis, 11 Maret 2010

 
You are here: Home Metropolitan

Metropolitan

Jakarta Siap Terima Kedatangan Obama

E-mail Cetak PDF

Jakarta Siap Terima ObamaJakarta (berita2.com): Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan bahwa Jakarta telah siap menerima kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dijadwalkan berkunjung pada 20-22 Maret .

"Detail jadwal kunjungan belum kami diterima karena masih di Polri tapi langkah-langkah pengamanan sudah mulai dilakukan. Tapi Jakarta sudah sering dikunjungi tamu negara dan kita sudah punya SOP (standard operation procedure), dan SOP ini yang akan digunakan," kata Gubernur seusai pertemuan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Balaikota Jakarta, Rabu(10/03).

Gubernur tidak merinci bentuk pengamanan yang dilakukan oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya namun memastikan standar pengamanan telah disiapkan oleh seluruh jajaran.

Sementara itu, Direktur Intel dan Keamanan Polda Metro Jaya Kombes Pol Irlan juga menyatakan Polda telah siap untuk menerima kedatangan Obama dan bahwa kondisi ibukota hingga saat ini terkendali.

"Situasi keamanan sampai saat ini kondusif, meskipun ada sebagian unjuk rasa tentang kondisi nasional yakni Bank Century," katanya.

Bahkan, dari tanggal 1-8 Maret dari 137 aksi demo yang terdaftar di Polda Metro Jaya hanya tiga aksi demo yang khusus untuk menolak kedatangan Obama ke Indonesia.

Sementara unjuk rasa di Jakarta selama tiga bulan terakhir tercatat sebanyak 350 aksi (Desember 2009), 271 aksi (Januari 2010) dan sebanyak 296 (Februari 2010).

Menurut Gubernur, jadwal kunjungan Obama di Jakarta yang sudah dipastikan adalah melakukan kunjungan ke Istana Merdeka dan kunjungan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

"Yang lainnya opsional, seperti kunjungan ke SD Menteng. Tapi saya sudah minta di wilayah untuk dipersiapkan saja, dipakai syukur, tidak dipakai juga tidak apa-apa," kata Gubernur tentang rumor kunjungan nostalgia Obama ke beberapa daerah di Jakarta.

Obama pernah tinggal selama beberapa tahun dan bersekolah di Jakarta sekitar tahun 1960-an.(*ek)

Empat Kali Tembakan Saat Penggrebekan Pamulang

E-mail Cetak PDF

Tangerang (berita2.com): Saksi mata mendengar empat kali suara tembakan saat pengrebekan oleh tim Densus 88 di warung internet Ruko Puri Pamulang Kota Tangerang Selatan, Banten.

"Saya mendengar ada empat kali suara tembakan," kata Umi (25), saksi mata pengunjung salon Rinova yang berada di sebelah lokasi penggerebekan, Selasa(09/03).

Umi mengaku berada di ruko Blok A No 4 yang bersebelahan dengan warung internet Multiplus Blok A No 6. Saat itu dirinya mencuci rambut di dalam salon.
.
Menurut Umi, tim Densus 88 bergerak ke dalam warung internet dan dua lainnya ke dalam salon tersebut untuk mengamankan pengujung.

Setelah itu, kata dia, tim Densus 88 kemudian masuk ke dalam warnet Multiplus dan mengamankan seorang pria yang diduga teroris.

Seorang wanita yang diduga istri pelaku teroris sedang berada di salon yang rambutnya juga mendapatkan perawatan petugas salon.

Dia mengatakan, sebelum pengdrebekan, perempuan itu  sempat menggunakan telepon genggam.

Sementara itu, Sidik Ramadhani pemilik warung internet Multiplus, mengatakan, tim Densus 88 menangkap  satu laki-laki pengunjung yang  tinggi dan berjenggot dan pada keningnya terdapat dua tanda hitam.

Penggerebekan itu terjadi di Ruko di jalan Siliwangi Blok A No.6 Kelurahan Pamulang, Kecamatan Pamulang. Petugas menahan dua orang, seorang adalah perempuan

Petugas datang dengan berpakaian preman ke Warnet yang berada di kawasan Puri Pamulang.(*ek)

Mabes Polri Grebek Ruko di Pamulang

E-mail Cetak PDF

Tangerang, (berita2.com): Petugas Mabes Polri melakukan penggerebekan di sebuah ruko di jalan Siliwangi Blok A No.3 Kelurahan Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, dan menahan dua pelaku yang diduga teroris.

Penggerebekan itu dilakukan oleh aparat bersenjata lengkap dan berpakaian preman pada sebuah warung internet (warnet) di Kawasan Puri Pamulang.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari petugas Mabes Polri yang melakukan penggerebakan di tempat kejadian perkara (TKP).

Namun Waka Polsek Metro Pamulang, AKP Tatang Syarief mengatakan diduga pelaku merupakan anggota teroris yang berasal dari Aceh.

"Ini dugaan sementara dan untuk lebih jelas silakan konfirmasi ke Mabes Polri, karena petugas dari Densus 88 yang melakukan penggerebekan," katanya.

Sementara itu, saksi mata yang melihat penggerebakan di warnet, Umi (25) mengatakan ketika penggerebekan terdengar suara tembakan dari dalam warnet.

Menurut Umi, suara tembakan itu terdengar saat dia berada di sebelah warnet ketika sedang mengurus keperluan untuk salon kecantikan.

Saat ini di TKP masih dipasang garis polisi agar warga setempat tidak memasuki warnet dan petugas siaga mengamankan.(*ek)

Aksi Dua Remaja Rampok Taksi Berhasil Digagalkan

E-mail Cetak PDF

Jakarta, (berita2.com) : Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Priok, Jakarta Utara menangani dua remaja yang terlibat perampokan taksi "Indah Family" di Jalan Paliat, Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (8/3) malam.

"Kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan lanjutan di Polsek Tanjung Priok," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa.

Kedua remaja yang menjadi pelaku perampokan taksi itu, yakni An (17) dan DS (14).

Kejadian itu berawal ketika kedua tersangka menghentikan taksi bernomor polisi B-2630-BL yang dikemudikan Zulfa Harmoni (43) di depan Gedung Wisma Asri Bekasi, pelaku meminta Zulfa mengantarkan ke daerah Tanjung Priok.

Saat melintasi kantor Batalyon IV Air di Jalan Pulau Payung Pelabuhan Tanjung Priok, An yang berada di belakang supir, menjerat leher Zulfa menggunakan kawat rem, sedangkan pelaku DS yang berada di samping supir, memegang tangan korban.

Namun korban melakukan perlawanan sehingga bisa lolos dari jeratan pelaku, kemudian supir itu berteriak minta tolong yang membuat para remaja itu panik karena takut tertangkap warga yang mendengar teriakan korban.

Seketika pelaku pun melarikan diri ke arah kantor Batalyon IV Satuan Bengkel Angkutan Pusat TNI Angkatan Darat (AD), Tanjung Priok, namun kedua pelaku ditangkap dua anggota tentara yang sedang bertugas.

Kemudian anggota TNI itu menyerahkan kedua remaja itu ke Polsek Tanjung Priok, guna menjalani pemeriksaan lanjutan dan mempertanggungjawabkan tindak kejahatannya.(*un)

Korban Hipnotis Kehilangan Rp300 Juta

E-mail Cetak PDF

Jakarta, (berita2.com) : Uang tunai Rp300 juta milik Lim Chui Hwa (47), warga Sumur Batu, Jakarta Pusat hilang dibawa kabur kawanan penjahat dengan cara menghipnotis korban.

Pusat Komunikasi dan Informasi Polda Metro Jaya di Jakarta, Sabtu (6/3), menyatakan, korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah para penjahat kabur. Kasus ini bermula ketika korban didatangi oleh seseorang di rumahnya yang mengatakan bahwa korban sedang menginap penyakit berbahaya.

Tersangka menawarkan diri untuk membantu menghilangkan penyakit itu dengan mengantarnya berobat ke dukun pintar. Korban pun tertarik dengan tawaran tersangka termasuk menyediakan uang ratusan juta agar penyakitnya segera sembuh.

Sebelum mengajak ke dukun pintar, tersangka mengajak korban untuk mampir ke salah satu warung makan yang tidak jauh dari rumah korban. Di warung itu, tersangka memberi minuman hingga korban teler dan menuruti kata-kata tersangka.

Tersangka mengajak korban untuk pulang lalu minta korban untuk memasukkan semua uang dan perhiasan yang dimiliki ke kantong. Setelah itu, tersangka memberikan garam, kue dan air minum dalam kemasan sebagai ganti uang serta perhiasan yang dibawa.

Setelah korban tersadar dari pengaruh hipnotis tersangka sudah kabur. Korban lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Metro Kemayoran.(*un)

Halaman 1 dari 27

Berita Terkait