Garut, (berita2.com) : Sekitar 37 hingga 50 rumah penduduk kampung Jatiwangi, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, kini terancam longsor dan tergerus banjir bandang.
"Bahkan, terdapat 3 kepala keluarga atau sekitar 15 warga setempat, terpaksa memindahkan rumahnya ke lokasi yang lebih aman sedangkan penduduk lainnya lebih banyak mengosongkan rumah mereka, untuk melakukan pengungsian setiap diguyur hujan lebat," ujar Camat Caringin Hj Uum Suhartini saat ditemui di Garut, Rabu.
Warganya itu, berada pada lokasi yang kian sarat retakan tanah memanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter pada tebing bukit Pasir Geplak setinggi 30 meter, yang sewaktu-waktu bisa mendadak runtuh dan tergerus air hujan.
Menurut Camat Uum Suhartini, pihaknya sering mengingatkan penduduk agar mengosongkan rumahnya dan pindah guna menghindari kemungkinan terjadinya longsor.
Namun permasalahannya, untuk direlokasi ke tempat lain tak tersedia tanah desa atau tanah negara yang bisa dijadikan lahan relokasi, sehingga harus membelinya dari pihak lain.
Karena itu, ancaman bahaya bencana alam tersebut telah dilaporkan ke Pemkab Garut yang diharapkan segera mendapatkan upaya penanggulangan yang memadai.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten Hj. Elka Nurhakimah, mengemukakan telah mendapatkan laporan itu.
Maka upaya sementara yang bisa dilakukan, berupa pengiriman bantuan logistik sedangkan untuk relokasi mesti telah diprogramkan Pemkab melalui APBD khususnya menyangkut tanah relokasi, namun instansinya hanya bisa mengupayakan bahan bangunan rumah (BBR).
Diharapkan pula, realisasi kegiatan relokasinya dapat diprogramkan pemkab pada APBD mendatang, terkait keterbatasan dana.
Sementara itu, warga Jatiwangi termasuk Usman (34), mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, karena wilayahnya juga dilintasi lingkar jalan jabar selatan, katanya.(*un)


















