Medan, (berita2.com): Pemanasan global yang berakibat pada naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan bencana yang cukup besar, diperkirakan ribuan pulau akan hilang termasuk juga kepulauan yang ada di Indonesia.
"Di Kota Jakarta serta pantai utara Jawa, peningkatan permukaan air laut dapat berakibat berkurangnyua wilayah daratan yang cukup siginfikan," kata Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan sosial (RLPS) Kementrian Kehutanan, Indriastuti, di Medan, Jumat(12/02).
Ia mengatakan, banyak ahli yang mengatakan bahwa pada tahun 2015 pantai Ancol akan bergeser hingga mendekati istana negara.
Ia menambahkan, dampak pemanasan global saat ini sudah cukup nyata terjadi di sekelilng kita. Menipisnya gletser dan lapisan es di kutub telah mengakibatkan permukaan air laut makin meningkat.
Banjir, kekeringan dan badai merupakan berita-berita yang akrab ditelinga. Banyak ahli mengkaitkan fenomena tersebut dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global
Sejak tahun 1850, kata dia, gletser Alpine telah kehilangan lebih dari dua per tiga dari volume aslinya. Pada tahun 2100 diperkirakan hanya 5 persen gletser yang akan bertahan.
Selain itu, suhu tinggi juga memiliki pengaruh besar terhadap produksi hasil panen. Suhu hangat akan menyebabkan badai, tsunami dan badai petir yang akan mempengaruhi hasil panen pertanian.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dunia internasional terus berupaya keras tampil proaktif dalam diplomasi pemanasan global dalam berbagai kesempatan.
"Pada tahun 2010 ini Presiden telah mencanangkan program `Penanaman Satu Miliar Pohon` dengan motto `One Billion Tree, Indonesia For The World`. Motto ini diwujudkan melalui program penanaman 1,3 juta hektare dan program gerakan penanaman swadaya oleh masyarakat," katanya.(*ek)