Bandung, (berita2.com) : Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, komitmen negara berkembang seperti Indonesia untuk menurunkan tingkat emisinya seharusnya menjadi contoh bagi negara-negara maju dalam pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP) ke-15 di Kopenhagen.
"Indonesia jauh-jauh hari telah berani mematok target penurunan emisinya hingga 26 persen pada 2020 nanti," ujar Agung saat menghadiri pembukaan sidang pleno keempat Asian Parliamentary Assembly di Bandung, Selasa (8/12).
Bahkan, ia menambahkan, Indonesia juga akan siap menurunkan lebih jauh lagi tingkat emisinya sampai 40 persen dengan catatan untuk pendanaannya dibantu negara-negara maju lainnya.
Jadi, Agung yang juga mantan Ketua DPR itu menambahkan, negara-negara besar semestinya mencontoh negara-negara berkembang seperti Indonesia, Brasil dan lain sebagainya yang telah menunjukkan komitmen besarnya mengurangi emisi gas rumah kaca.
"Negara-negara besar, seperti China dan AS, justru belum menunjukkan itikadnya yang sungguh-sungguh sebagaimana yang pernah dituangkan dalam Bali Roadmap," ujarnya.
Padahal, komitmen negara-negara di seluruh dunia tersebut sangat penting artinya untuk menahan suhu dunia agar tidak meningkat 1-2 persen dari kondisi saat ini.
Agung menjelaskan, dampak naiknya suhu di permukaan bumi ini akan besar bagi negara-negara yang berada di garis khatulistiwa dan negara-negara kepulauan yang terancam akan tenggelam.
KTT Perubahan Iklim ke-15 (COP 15) akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark pada 7-18 Desember 2009. Indonesia ingin mewujudkan "Bali Roadmap", yang merupakan hasil Konferensi Perubahan Iklim di Bali 2007, untuk disepakati di KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen itu.
Sebelumnya Sekretaris Eksekutif Konvensi Badan Dunia untuk perubahan Iklim (UNFCCC) Yvo de Boer merasa optimis KTT Perubahan Iklim ke-15 akan menghasilkan kesepakatan internasional yang efektif dan ambisius.
Merujuk pada beberapa janji pengurangan emisi yang telah dibuat oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang pada sejumlah pertemuan menjelang COP-15, menurut de Boer, hal itu merupakan momentum politik yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghasilkan kesepakatan yang ambisius di Kopenhagen.
"Belum pernah selama 17 tahun dalam perundingan iklim terdapat begitu banyak negara-negara yang telah mengkonfirmasi begitu banyak janji penurunan emisi bersama," katanya.(*un)