
Jakarta, (berita2.com) : Jakarta akan menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lainnya dalam penurunan emisi karbon dioksida (CO2).
Negara-negara maju yang tergabung dalam C40 akan membantu Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam pembiayaan penurunan kadar karbon dioksida (C02).
"Ini inisiatif dari negara-negara yang peduli lingkungan untuk memberikan penghargaan (reward) bagi mereka yang bisa menekan polusi karbon," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (11/11).
Gubernur menambahkan, pembiayaan penurunan CO2 akan disalurkan melalui sebuah program bernama Carbon Finance Capacity Building (CFCB).
"Karena itu, Jakarta masih harus melengkapi perangkat dalam menekan polusi karbon ini," kata Fauzi.
Di antaranya dengan adanya dasar hukum yang kuat, peraturan, serta solusi terbaiknya.
Selain di Jakarta ada beberapa kota di delapan negara lainnya yang juga mendapat bantuan pembiayaan penurunan C02 yakni Sao Paolo, Cape Town, Tshwane, Johannesburg, Dar Es Salam, Surat, Delhi, serta Quezon City.
Executive Director Economic, Ecology, Social Responsibily (ECOS) C40 Daniel Wiener menambahkan, program pembiayaan penurunan CO2 yaitu semacam insentif dari negara maju kepada negara berkembang.
Dengan pembiayaan ini diharapkan perekonomian di kota itu bisa berkembang sejalan dengan program-program lingkungan yang tengah dijalankan.
"Pembiayaan memang hanya diperoleh sekitar 15 persen, namun diharapkan dapat membantu pengembangan proyek lingkungan," kata Daniel.
Daniel mengakui bahwa C40 terkesan dengan Gubernur DKI Jakarta yang peduli terhadap penanganan polusi karbon.
Dia menjelaskan, program itu akan berjalan selama dua tahun untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan termasuk sumber daya manusia sesuai yang diatur dalam Protokol Kyoto.
Ibu kota Jakarta, kata dia, akan menjadi contoh bagi negara-negara berkembang lainnya dalam penurunan karbon dioksida.
"Jakarta menjadi `role model` (berperan sebagai model) bagi kota-kota negara lain di dunia dalam mengatasi polusi yang menyebabkan perubahan iklim global," ujar Daniel.(*un)