Jember, (berita2.com) : Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Dwijo Sulastyono, mengatakan, potensi kebakaran hutan di kabupaten setempat cukup tinggi, mengingat musim kemarau masih berlangsung hingga awal November mendatang.
"Potensi terjadinya kebakaran hutan di Jember cukup tinggi, karena titik kulminasi musim kemarau di Jember pada bulan Oktober ini," kata Dwijo, Kamis (22/10).
Kendati demikian, kata dia, belum ada laporan yang masuk di kantornya terkait dengan kebakaran hutan yang terjadi selama musim kemarau di kabupaten setempat, namun pihaknya meminta semua pihak mewaspadai hal tersebut.
"Kami minta seluruh instansi seperti Perhutani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional Meru Betiri yang memiliki hutan, juga mewaspadai terjadinya kebakaran hutan di musim kemarau ini, dan bisa mengendalikan apabila terjadi kebakaran hutan di lahan mereka," katanya.
Ia menjelaskan, luas hutan di Kabupaten Jember mencapai 120 ribu hektare (ha) yang terdiri dari hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi, 9.000 ha di antaranya masih dilakukan penanaman kembali hutan yg telah ditebang (reboisasi) yang diakibatkan oleh pembalakan liar dan bencana.
"Kami bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk melakukan reboisasi supaya tidak ada lagi hutan yang gundul di Jember," ujarnya.
Kebakaran hutan, biasanya mudah terjadi di sejumlah kawasan hutan yang ditanami pohon jati, karena daun-daun jati yang kering dan pohon jati yang meranggas di musim kemarau mudah terbakar, apabila disulut oleh titik api.
"Kawasan hutan jati mudah terbakar, sehingga semua pihak diminta mewaspadai dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di lokasi setempat," ucapnya menegaskan.
Meski demikian, kata dia, pihaknya tidak melarang siapa pun untuk masuk kawasan hutan sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama musim kemarau ini, asalkan mereka tidak merusak ekosistem hutan dan tidak membuka ladang dengan cara membakar kawasan hutan.
"Kami juga mengimbau kepada warga di sekitar hutan untuk peduli menjaga ekosistem hutan supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, seperti kebakaran hutan dan pembalakan liar yang masih marak terjadi di sejumlah kawasan hutan konservasi," katanya.
Sementara, Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BKSDA Jawa Timur III, Budi Utomo, mengatakan, kebakaran hutan masih terjadi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen yang merupakan kawasan hutan di Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi yang luasnya mencapai 30 ha.
"Kebakaran hutan hampir setiap tahun terjadi di kawasan Ijen selama musim kemarau, sedangkan untuk kawasan hutan konservasi di kabupaten lain di wilayah Besuki masih belum ada laporan" kata Budi.(*un)


















