Jakarta, (berita2.com) : Organisasi lingkungan, Greenpeace meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru dilantik untuk masa jabatannya yang kedua agar menekan laju emisi karbon karena dampaknya terhadap lingkungan semakin parah.
Permintaan itu dijelaskan melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (21/10). Disebutkan, dalam masa kepemimpinan yang baru SBY harus menerapkan target dengan strategi nyata dalam pembangunan rendah karbon.
"Strategi ini mencakup rencana nasional untuk melakukan pembangunan berkelanjutan rendah karbon dan nol deforestasi" ujar Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Von Hernandez.
Von Hernandez menyebutkan demi terwujudnya strategi tersebut, maka sebaiknya dibangun kerjasama dengan negara maju yang harus memberi dana kepada negara berkembang untuk pemeliharaan lingkungan dan mengadaptasi efek perubahan iklim.
Selain itu, Greenpeace meminta SBY untuk hadir dalam pertemuan iklim PBB di Kopenhagen, Denmark Desember mendatang untuk membuktikan komitmen lingkungannya dengan menghentikan sementara perusakan hutan guna melindungi hutan dan kawasan lahan gambut di Indonesia secara efektif.
"Sebagai Presiden negara yang mempunyai hutan tropis tersisa terluas di kawasan ini, janji SBY adalah harapan bagi jutaan orang di Asia Tenggara yang selama ini telah merasakan dampak negatif perubahan iklim serta dapat melindungi kekayaan alam kita," tambah Hernandez.
Pada pertemuan G20 di Pittsburg, Amerika Serikan bulan lalu, Presiden melontarkan janji untuk mengurangi emisi Indonesia hingga 26 persen dan bisa meningkat hingga 41 persen jika mendapat dukungan internasional.(*un)