Jember, (berita2.com) : Kebakaran hutan lindung berupa lahan savana (rumput ilalang) yang terjadi di kawasan Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terjadi hampir setiap tahun.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jatim di Jember, Abdullah Efendi Abbas, Senin, mengatakan, kebakaran hutan di kawasan Gunung Ijen terjadi setiap musim kemarau, peristiwa kebakaran hutan terakhir terjadi pada Jumat (16/10) hingga Sabtu (17/10).
"Sebanyak lima hektare hutan lindung berupa padang ilalang di blok Banyupahit kawasan Ijen habis terbakar karena api cepat merambat ke lokasi yang lain," kata Abbas.
Selama tahun 2009, kata dia, tercatat sebanyak dua kali terjadi kebakaran hutan di kawasan Ijen dan kejadian tersebut terjadi pada musim kemarau ini.
Menurut dia, kebakaran tersebut disebabkan pembukaan lahan dengan cara membakar oleh sejumlah warga yang hendak menanam kubis di kawasan Perhutani setempat yang letaknya berbatasan dengan hutan lindung di kawasan Gunung Ijen milik BKSDA Jatim.
"Angin kencang yang berhembus dan panasnya cuaca mengakibatkan sejumlah api menjalar ke kawasan hutan lindung milik BKSDA sehingga kebakaran tidak bisa dicegah," katanya.
Pihak BKSDA Jatim, kata dia, sudah menyampaikan surat kepada pihak Perhutani beberapa kali, supaya mengantisipasi terjadinya kebakaran yang menjalar ke kawasan Gunung Ijen.
"Kami sudah beberapa kali menyampaikan surat atas kejadian kebakaran yang terjadi setiap tahun akibat pembukaan ladang kubis di lahan Perhutani setempat, namun masih saja terjadi pembukaan ladang dengan cara membakar sisa tanamam di kawasan setempat," katanya.
Selama musim kemarau, kata dia, pihaknya sudah mengantisipasi terjadinya kebakaran dengan menyiapkan satu unit mobil pemadam kebakaran karena TWA Kawah Ijen sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
"Petugas hanya bisa mengantisipasi supaya kebakaran tidak sampai ke Paltuding, lokasi transit para wisatawan yang hendak menuju ke Kawah Ijen," katanya.
Ia mengemukakan, jumlah petugas BKSDA yang terbatas tidak mampu menjangkau luas seluruh lahan hutan lindung Gunung Ijen yang mencapai 2.560 ha.
"Petugas kami sebanyak tujuh orang dan jumlahnya relatif sedikit dibandingkan jumlah luas hutan Ijen, terkadang petugas di lapangan sulit memadamkan api karena lokasi savana yang terbakar berada di kemiringan 40 derajat hingga 60 derajat," katanya.
Ia berharap, semua pihak menjaga ekosistem hutan dan tidak membuka ladang dengan cara membakar karena dampaknya dapat mengakibatkan kebakaran di kawasan Gunung Ijen tersebut.(*un)


















