Banjarbaru, (berita2.com) : Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hegar Wahyu Hidayat mengatakan, Senin, masuknya Gusti Muhammad Hatta sebagai salah seorang calon menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, diharapkan membawa perubahan besar bagi kelestarian lingkungan di daerah.
Selain itu, guru besar di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru yang diplot menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup (LH) itu diharapkan mampu memecahkan dan mencari solusi atas permasalahan lingkungan yang terjadi di provinsi yang dikenal dengan sebutan Bumi Lambung Mangkurat itu.
"Seandainya beliau benar-benar terpilih, maka sebagai putra daerah, kami sangat mengharapkan beliau mampu memecahkan masalah sekaligus mencari solusi atas setiap permasalahan lingkungan yang terjadi di wilayah Kalsel," ujar Wahyu Hiayat.
Menurutnya, cukup banyak permasalahan lingkungan di Kalsel yang mengakibatkan terganggunya ekosistem sehingga harus dicarikan solusi, seperti pencemaran, penggusuran lahan produktif hingga perijinan yang tumpang tindih.
Sebagai contoh, sebutnya, tumpang tindih ratusan perijinan dalam bentuk kuasa pertambangan (KP) di Kabupaten Tanah Bumbu yang terjadi antara sektor pertambangan, perkebunan, hutan tTanaman industri (HTI) hingga tumpang tindih dengan lahan milik masyarakat.
Semua itu, kata dia, terjadi akibat kurangnya pengawasan instansi terkait sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap terganggunya ekosistem dan bisa berpengaruh terhadap keseimbangan alam maupun kehidupan masyarakat.
Diharapkan, lanjutnya, Menteri LH terpilih mampu menggunakan perangkat hukum berupa Undang-Undang (UU) Lingkungan Hidup untuk menghukum setiap individu maupun sekelompok orang yang terbukti melanggar aturan dan ketentuan sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.
"Beliau harus tegas menerapkan UU Lingkungan Hidup itu, jangan sampai pelakunya dibiarkan sehingga mereka bebas melakukan pengrusakan lingkungan yang dampaknya bisa mengganggu ekosistem maupun kehidupan masyarakat," pesannya.
Mengenai target kepemimpinan Menteri LH baru yang putra asli Kalsel itu, dia mengharapkan, dalam waktu 100 hari ke depan mampu mengidentifikasi permasalahan lingkungan di Kalsel sekaligus mencari solusinya.
Selain itu, berbagai permasalahan terkait perijinan di sektor pertambangan, perkebunan dan sektor eksploitasi sumber daya alam lainnya juga diharapkan bisa di tata ulang sehingga permasalahan lingkungan teratasi.
"Utamanya menata ulang perijinan di berbagai sektor yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam, karena perijinan itu lah yang menjadi penyebab utama carut marutnya masalahan lingkungan," katanya.(*un)