Batam, (berita2.com) : Sebanyak 2,5 ton limbah minyak sisa galangan kapal PT Dry Dock mencemari perairan Batam seluas 500 hingga 700 meter persegi.
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam Dendy Purnama, Rabu, mengatakan limbah yang tercecer di perairan Batam berasal dari kotoran yang tumpah dari tanker penimbunan sementara PT Dry Dock.
"Kaki penyangga tanker patah, Selasa pagi, sehingga, isinya tertuang ke laut," kata dia.
Ia mengatakan dugaan sementara pencemaran laut itu akibat kelalaian pihak perusahaan.
"Ini tidak disengaja. Kalau disengaja, bisa langsung dibuang ke laut, tapi ternyata dia punya tanker penimbunan sementara," kata Dendy.
Tanker yang berkapasitas 20 ton minyak kotor itu diletakkan di pinggir laut, di atas tanah. Padahal, kata Dendy seharusnya, tanker diletakkan agak menjauh dari laut, di atas landasan semen beton.
"Karena itu, kita duga ini kelalaian," kata dia.
Agar pencemaran tidak meluas, kata dia, Bapedalda meminta PT Dry Dock memasang oil boom, untuk menahan pergerakan limbah di laut.
"Saat ini, oil boom sudah dipasang, untuk melokalisir pencemaran," kata dia.
Ia mengatakan Bapedalda menurunkan seorang penyelidik dan dua pengawas untuk mengumpulkan bukti dan keterangan di tempat kejadian.
Untuk kepentingan penyelidikan, Bapedalda mengambil contoh limbah untuk mengetahui kandungan limbah yang tercemar di laut.
Badan pengendalian lingkungan itu juga meneliti kualitas tanker, apakah sesuai dengan standar yang ditentukan.
Bapedalda, kata dia, juga akan memanggil beberapa managemen PT Dry Dock untuk meminta keterangan.
"Besok, kita akan panggil mereka," kata dia.
Mengenai pencemaran kepada masyarakat sekitar, ia memperkirakan tidak akan terjadi karena lokasi PT Dry Dock jauh dari pemukiman.
"Kalau membunuh ikan atau tidak, saya belum tahu, karena kandungan limbah masih diperiksa," kata dia.
Sementara itu, sisa limbah yang tersisa dalam tanki, dipidahkan ke dalam drum, agar tidak ikut tumpah ke laut.(*un)


















