Palangaraya, (berita2.com) : Upaya penyelamatan hutan Kalimantan (Borneo) akan terus dibahas oleh tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
"Pembahasan penyelamatan hutan Kalimantan melalui program Jantung Kalimantan atau Heart of Borneo (HoB)," kata Koordinator HoB Kalimantan Tengah (Kalteng) Hendrik Segah di Palangkaraya, Rabu.
Pembahasan terakhir berlangsung 5-6 Oktober 2009 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, dan rencananya akan dibahas lagi pada April 2010 mendatang di Brunei Darussalam.
Ketika dihubungi, Hendrik Segah menuturkan, dalam pertemuan kemudian disepakati perlunya pendalaman dalam pembahasan sebelumnya.
Setelah pertemuan tiga negara di Kota Kinabalu maka segera dibentuk Kelompok Kecil yang dimandatkan untuk membahas dan menyelesaikan isu-isu penyelamatan hutan Kalimantan itu.
Brunei Darussalam bersedia memfasilitasi pertemuan Kelompok Kecil ini sekaligus menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan pertemuan ketiga negara dalam pembahasan HoB.
Menurut Hendrik Segah, Indonesia mengusulkan pembahasan mengenai isu pendanaan berkelanjutan untuk Program HoB.
Termasuk, katanya, pertimbangan pentingnya mempromosikan HoB sebagai kawasan prioritas REDD (Reduction Emission from Deforestation and Forest Degradation Mengurangi Emisi Karbon akibat Deforestasi dan Degradasi Hutan).
Ketiga negara menyepakati hal ini dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan tiga negara (trilateral) mendatang dengan mempertimbangkan kepentingan masing-masing negara dan dinamika yang berlangsung terkait dengan isu kehutanan dan iklim ini.
Lima program utama HoB termasuk penguatan masyarakat di daerah perbatasan melalui program ekowisata lintas batas serta ditetapkannya HoB sebagai kawasan strategis nasional.
Berdasarkan catatan pada 12 Februari 2007, para pemerintah Negara Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menandatangani Deklarasi HoB.
HOB bertujuan mempertahankan berkelanjutan manfaat salah satu hutan terbaik yang masih tersisa di Kalimantan bagi kesejahteraan generasi sekarang dan generasi mendatang.
Jantung Kalimantan sebagai rumah bagi setidaknya 50 suku Dayak, dengan bahasa dan budaya yang beragam pula.
Air, hutan, dan tanah memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Kalimantan.
Periode 2000-2002 setidaknya 1,2 juta hektare hutan Kalimantan hilang setiap tahun, akibat pencurian kayu, alih fungsi hutan, serta kebakaran hutan menjadi penyebab penurunan jumlah dan kualitas hutan Kalimantan.
Saat ini, hutan Kalimantan yang tersisa tidak lebih dari 50 persen dan terus berkurang pada tingkat yang makin mengkhawatirkan. Potensi alam pun menurun dan bencana lingkungan makin meluas.
Namun, hutan yang cenderung berada dalam kondisi baik berada di daerah dataran tinggi yang kebetulan tersebar luas di sepanjang perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Hutan di sini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, setidaknya terdapat 40 persen hingga 50 persen jenis flora dan fauna yang hanya dapat ditemui di Kalimantan, dan dalam 10 tahun terakhir terdapat 361 spesies baru ditemukan.
Salah satu fungsi penting Jantung Kalimantan adalah sebagai menara air bagi seluruh pulau. Dari kawasan ini mengalir sumber air bagi 14 dari 20 sungai utama di Pulau Kalimantan, antara lain Sungai Barito, Mahakam, dan Sungai Kapuas.(*un)


















