Palangkaraya, (berita2.com) : Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah membongkar sejumlah aktivitas pembalakan liar (illegal logging) di Kabupaten Seruyan dan Kapuas dalam Operasi Wanalaga yang digelar sejak bulan lalu.
"Ada temuan illegal logging di Seruyan dan Kapuas, tapi masih kami dalami kasusnya karena tim juga masih di lapangan," kata Kepala Polda Kalteng Brigjen Pol Syamsuridzal di Palangkaraya, Selasa.
Operasi khusus tersebut digelar di sejumlah Kepolisian Resor yakni Polres Kotawaringin Barat, Polres Kotawaringin Timur, Polres Kapuas, Polres Murung Raya, Polres Katingan dan Polres Seruyan.
Kelima Polres itu dinilainya membawahi wilayah hukum yang masih rawan kegiatan pembalakan liar baik di wilayah hutan maupun di tempat-tempat pengolahan kayu.
Sementara dari Polda Kalteng juga diterjunkan tiga tim khusus untuk mendukung kegiatan operasi yang bertujuan memberantas pembalakan liar di wilayah hukum Kalimantan Tengah.
"Tidak semua Polres melakukan operasi karena anggaran dan personelnya terbatas," kata Kapolda.
Di wilayah Seruyan dan Kapuas, polisi menemukan kayu-kayu yang diduga hasil tebangan liar dalam jumlah besar meski Kapolda mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah kubikasinya.
Kayu-kayu rimba yang diduga hasil tebangan liar tersebut ditemukan di sejumlah lokasi dalam hutan dan beberapa diantaranya ditemukan di tempat penumpukan kayu sementara.
Sebagian diantara kayu itu merupakan milik perusahaan kehutanan, sementara sebagian lain diduga milik kelompok-kelompok yang menggunakan kedok koperasi dalam menjalankan usaha ilegalnya.
Kapolda mengatakan, pendalaman kasus dilakukan untuk memastikan temuan kayu-kayu tersebut termasuk penyimpangan hukum atau tidak sehingga membutuhkan proses klarifikasi.
"Kalau nanti dalam pendalaman ditemukan sesuai aturan pasti akan kami lepas, tapi sementara masih kami tahan," kata Kapolda.
Sementara untuk wilayah Katingan yang selama ini sering menjadi target utama pembalakan liar karena tingginya potensi kayu dalam hutan di wilayah itu, hingga saat ini masih belum ada laporan temuan kasus.
Rencananya operasi Wanalaga yang digelar jajaran kepolisian itu sejak akhir November tahun lalu itu baru akan berakhir pada 28 Oktober mendatang.(*un)


















