Denpasar (berita2.com): Sejumlah kapal milik pengusaha asal Hongkong yang beroperasi di perairan Indonesia dengan sasaran menangkap kerapu hidup, kehadirannya telah merusak terumbu karang yang ada.
"Penangkapan ikan kerapu dengan menggunakan kapal berteknologi tinggi itu, tidak mempedulikan kelestarian terumbu karang, sehingga sebagian besar terumbu karang yang ada rusak parah," kata Heru Purnomo, seorang eksportir kerapu hidup di Pelabuhan Benoa, Bali, Minggu.
Ia mengatakan, kapal-kapal asing dalam melakukan aktivitas di laut tidak mempedulikan kelestarian trumbu karang yang menjadi habitat berkembangkan ikan kerapu dan aneka jenis ikan serta biota laut lainnya.
"Jika terumbu karang sudah rusak, apa yang bisa diharapkan nelayan pesisir dengan alat penangkapan yang sangat sederhana," ujar Heru Purnomo, geram.
Sekitar 8.000 nelayan pesisir di Bali selama ini melakukan aktivitas penangkapan ikan kerapu maupun ikan hias dengan menggunakan peralatan jaring.
"Jika terumbu karang yang ada kondisinya rusak, maka kelangsungan aktivitas ribuan nelayan itu sulit bisa dipertahankan," kata Heru Purnomo, menambahkan.
Heru yang melakukan ekspor kerapu hidup ke sejumlah negara, sebelumnya sempat mengeluhkan masalah kerusakan terumbu karang akibat kehadiran kapal-kapal asing itu kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, serangkaian kunjungan kerja menteri di Bali.
Menteri Fadel Muhammad mengaku mengetahui hal itu sejak lama atas kepeduliannya terhadap terumbu karang.
Ketika masih menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, Fadel mengaku sempat membuat perda untuk melindungi terumbu karang dari kehancuran.
"Pemprov Gorontalo yang pertama di Indonesia memiliki perda tentang terumbu karang, sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap tempat berkembangbiakkan berbagai jenis ikan itu," ujarnya.
Untuk itu, ia mengharapkan berbagai permasalahan dalam bidang perikanan dan kelautan yang dihadapi, segera dapat diinventarisasi untuk dicarikan pemecahan yang terbaik, termasuk kelestarian terumbu karang tetap dapat dipertahankan.
Dengan demikian, hasil perikanan dan kelautan senantiasa mampu mengangkat taraf hidup bangsa Indonesia, ujar Menteri Fadel Muhammad.(*/wan)