Gorontalo, (berita2.com) : Provinsi Gorontalo kehilangan dua persen areal hutan setiap tahun, akibat maraknya pembalakan liar di daerah tersebut.
Staf Ahli Gubernur Gorontalo bidang Ekonomi, Haris Hadju, Jumat (11/12), mengungkapkan, berdasarkan data status lingkungan hidup Provinsi Gorontalo pada 2007, daerah tersebut telah kehilangan 45 persen dari luas areal hutan keseluruhan 823.974 hektare.
"Asumsinya luas areal hutan di daerah ini berkurang dua persen setiap tahun, sehingga diprediksi dua puluh tahun mendatang tak ada lagi hutan di Gorontalo," ujarnya.
Ia menjelaskan, Provinsi Gorontalo mempunyai kawasan hutan seluas 823.974 hektare, yang terbagi atas kawasan hutan lindung, suaka alam, hutan produksi, dan hutan produksi konversi.
Seluruh jenis hutan tersebut, kata dia, merupakan penyangga kehidupan dan sumber kekayaan alam yang harus dilestarikan oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar hutan.
Untuk itu, pemprov akan menindak tegas segala bentuk pengrusakan hutan seperti pembalakan liar, yang terus meningkat setiap tahun.
"Pemerintah harus melibatkan rakyat terutama yang tinggal di kawasan tersebut, untuk menjaga kelestariannya," ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, Gorontalo mengalami sejumlah bencana besar, terutama banjir yang terjadi beberapa kali dalam setahun.
Ia menambahkan, kerusakan hutan berjalan dengan cepat, sementara pemulihan kondisi hutan berjalan dengan lambat sehingga masyarakat terancam mengalami bencana setiap saat.(*un)