Jakarta, (berita2.com) : Taman-taman kota disiapkan untuk menjadi tempat evakuasi jika terjadi bencana di Jakarta, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengenai langkah antsipasi bencana alam semisal gempa yang melanda daerah-daerah lain di Indonesia pada beberapa bulan terakhir.
"Dalam keadaan bencana, taman interaktif kota harus bisa jadi tempat pelarian, rujukan dan tempat yang aman bagi warga. Kita akan bangun tenda penampungan, tenda kesehatan dan tenda dapur umun di lahannya," kata Fauzi Bowo, di Balaikota Jakarta, Senin.
Untuk tujuan itu, kata Fauzi, ke depannya pembuatan taman-taman interaktif kota harus mengakomodasi kepentingan kondisi darurat bencana.
"Harus dibebaskan dengan pengertian yang lebih komprehensif. Kalau luasnya cuma tiga meter kan gak bisa dibikin apa-apa, kalau lebih luas kan lebih fleksibel pengaturannya untuk didirikan tenda dan lain-lain," ujar Gubernur.
Persiapan itu ditegaskannya bukan untuk menakut-nakuti warga mengenai bencana yang akan melanda Jakarta, namun agar masyarakat siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Sementara itu, Fauzi juga meminta agar pola manajemen bencana diperbarui dari yang ada sekarang yang hanya menitikberatkan pada banjir.
"Saya minta dilengkapi untuk gempa dan lain sebagainya," kata Gubernur.
Lebih lanjut, Fauzi mengatakan, ia setuju dengan usulan menjadikan Dinas Pemadam Kebakaran sebagai penanggungjawab penanganan bencana, seperti di negara maju.
Namun ia mengaku bahwa Pemadam Kebakaran Jakarta saat ini belum sanggup untuk menjalankan peran semacam itu.
"Ada usulan untuk membuat organisasi lebih efektif, urusan bencana, seperti di negara maju, ada di satu nomor telepon yakni 911. Boleh, saya setuju, kita menuju ke sana. Tapi kalau Damkar kita belum siap sekarang," katanya.
Ia mencontohkan, jika Pemadam Kebakaran harus membangun dapur umum, tidak ada orang maupun peralatan.
"Hal-hal seperti inilah yang saya kira membutuhkan waktu, penyesuaian, tidak bisa mendadak," katanya.
(*un)