berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Pemerintah kabupaten Ponorogo kembali menggelar aksi gerakan menanam satu Milyard pohon, Selasa (13/1/2011). Bertempat didusun Ngembel desa Baosan Lor kecamatan Ngrayun, ratusan ribu pohon ditanam. Selain mengurangi bahaya tanah longsor, gerakan ini diharapkan menjadi salah satu upaya mengurangi degradasi hutan dan lahan, serta laju deforestasi.
Bupati Ponorogo, Amin mengatakan, percepatan rehabilitasi hutan dan lahan di Ponroogo sangat tepat untuk diprioritaskan dalam pembangunan kehutanan. Adapun skala prioritas pembangunan kehutanan meliputi, percepatan rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi tenah dan air. Juga, pengamanan hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. “Optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan produksi, lindung, koversi dan pelestarian alam. Juga untuk pengembangan obyek wisata alam,” terangnya.
Bupati juga mengatakan, mulai sat ini dan seterusnya mengajak kepada seluruh masyarakat Ponorogo untuk bertekat dengan sungguh-sungguh mengelola hutan dan lahan secara lestari. Diprioritaskan terhadap perlindungan dan rehabilitasi sumber daya hutan dan alam. “Tentunya untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya,”lanjutnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian, Harmanto mengatakan, dalam gerakan aksi One Billion Indonesia Trees atau OBIT meruapakan memperingati hari menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam nasional (BMS). Serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP). “Yang ditanam di wilayah Baosan Lor ini adalah tanaman jenis Jabon, Sengon Laut, Pinus, jati, Pete Metoa, Mangga dan Rambutan. Dengan jumlah 250 ribu batang,” katanya.
Dia juga mengatakan, gerakan ini merupakan sarana edukasi, peningkatan kepedulian dan kemandirian seluruh komponen bangsa. Juga mengajak komponen bangsa melakukan penanaman pohon. “Selain itu juga peningkatan fungsi DAS melalui program DAK bidang kehutanan,” pungkasnya. (ded)


















