Jakarta, (berita2.com): Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air akan mengaplikasikan teknologi "Required Navigation Performance" pada 25 pesawat baru jenis Boeing 737-900ER mulai akhir tahun ini untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan (safety).
"Ini bagian dari total komitmen kami pada `safety` antara lain ditunjukkan dengan pemasangan teknologi ini pada seluruh pesawat 25 Boeing 737-900ER kami," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait kepada pers di Jakarta, Selasa.
Instrumen RNP merupakan salah satu bagian dari sistim navigasi global untuk meningkatkan safety penerbangan, khususnya saat pesawat melakukan persiapan pendaratan maupun ketika lepas landas (`take off`) di suatu bandara yang sudah dilengkapi juga dengan sistem navigasi tersebut.
Edward menjelaskan, untuk tahap awal, bandara yang akan dilengkapi sistem navigasi ini adalah Bandara Menado dan Ambon, karena kedua bandara ini memiliki fenomena cuaca yang minimal yakni cepat berubah, adanya rintangan seperti gunung di sekitar bandara dan frekuensi penerbangan dan tingkat isian penumpang yang cukup tinggi.
Senada dengan Edward, Direktur Produksi Lion Air, Capt. Ertata mengatakan, sistem navigasi itu memudahkan pilot untuk melakukan persiapan pendaratan (approach) secara lebih persisi dan lepas landas sehingga lebih nyaman bagi penumpang dan meminimalkan keputusan pilot untuk mendarat di bandara lain (divert).
Selain itu, juga menghemat bahan bakar dan yang terpenting mampu menghemat juga lama penerbangan sekitar 7-10 menit per penerbangan. "Secara umum manuver pesawat lebih `smooth`," katanya.
Edward menambahkan, investasi yang dikeluarkan oleh Lion untuk kepentingan ini selain biaya pelatihan pada sumber daya manusia, khususnya para pilot B737-900 ER, juga harga peralatan navigasi yang sebenarnya termasuk dalam paket pembelian setiap pesawat.
"Kalau dihitung per pesawat, alat ini sekitar 300-400 ribu dolar AS," katanya.
Lion Air adalah pengguna pertama pesawat jenis B737-900 ER di dunia dengan kapasitas 213 tempat duduk dan maskapai ini berkomitmen memesan 178 pesawat. Dari jumlah itu, telah datang dan beroperasi sebanyak 25 pesawat.(*K)



















