berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan mobil Spectronics 3. Mobil ini akan diikutkan dalam Chemical Engineering Car Competition (Chem-e car) 2011 di Jerman pada 25 September mendatang.
Ini adalah kompetisi serupa ketiga yang diikuti tim spectronics. Spectronics 1 berhasil meraih Best Car Design and 3rd Poster Competition di Taiwan. Spectronics 2 meraih 2nd Place Poster and Presentation Competition di Malaysia, sedangkan kompetisi ketiga akan berlangsung di Jerman pada 25 September.
Menurut Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono DEA, tim penyerta mobil ini merupakan tim kebanggaan ITS karena berhasil membawa nama ITS ke dunia internasional. Mereka terdiri dari 5 mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman pada 22 September.
“Kalah menang tidak jadi masalah. Kalian sudah hebat di mata saya, karena menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia. Semoga dalam kompetisi nanti, bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya saat launching mobil Spectronics 3 di Grha ITS pada Sabtu (16/09/2011).
Pembimbing Tim Spectronics 3, Hamzah Fansuri PhD menjelaskan dalam kompetisi itu ada beberapa poin yang dinilai. Yaitu desain mobil, mesin mobi, jarak yang ditempuh dan beban yang dibawa. Ukuran mobil tidak boleh lebih dari 40 x 30 cm dengan berat 10 kg. Jarak dan beban yang harus ditempuh dan dibawa akan diberitahukan satu jam sebelum perlombaan dimulai.
“Sebelum running, kami harus melakukan presentasi mengenai seluk beluk mobil. Jika tidak lolos presentasi, tidak bisa ikut running,” ujarnya.
Lintasan yang akan ditempuh berbentuk kerucut dengan diameter 25 meter dengan sudut 15 derajat. Pemenang lomba dihitung dari jarak yang terdekat dengan garis finish. “Kalau keluar sedikit dari lintasan akan didiskualifikasi,” ujar Hamzah.
Untuk menggerakkan mobil, digunakan H2O2 (hidrogen peroksida). Pada masyarakat awam, H2O2 digunakan sebagai pemutih pakaian. Menurut Hamzah, bahan ini aman bagi lingkungan. Hidrogen akan dipisahkan menjadi air dan gas oksigen. Gas tersebut akan menekan piston sehingga mobil bisa berjalan.
Dalam kompetisi tersebut, Spectronics akan berhadapan dengan 11 pesaing dari negara lain, diantaranya dari Iran dan Jerman. Awalnya ada 50 tim yang lolos. Yang berhasil masuk ke final hanya 12 tim, termasuk spectronics 3.
Hamzah optimistis tim Spectronics akan menjadi juara karena pada kompetisi serupa di Malaysia, Indonesia mampu menyabet juara ke-2. “Kami punya kans cukup besar untuk menang. Saat ini kami sudah masuk dalam jajaran 5 besar,” ungkapnya. (natalia)