berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Dalam rangka persiapan menuju ajang bahari internasional bertajuk Atlantic Challenge 2012 di Irlandia tahun depan, Unit Kegiatan Mahasiswa ITS Maritime Challenge secara resmi memperkenalkan kapal layar baru yang sedang dalam proses pembangunan dengan berbagai keunggulan inovasinya.
Pembina Proyek, Prof. Dr. Ir. Daniel M. Rosyid, mengatakan proses pembangunan kapal layar baru ini ditangani oleh tim khusus yang tergabung dalam Wooden Sailing Boat Project Team bersama para calon kru yang akan mengawaki saat berlaga di Bantry, Irlandia, pada Juli tahun depan.
“Sebagai bentuk dedikasi ITS kepada perkembangan bahari Indonesia, seni budaya dan teknologi Indonesia, ITS kembali membangun kapal dengan memadukan unsur seni budaya Indonesia dan seni konstruksi kapal kayu,” ujarnya di acara Keel Laying atau pemasangan gading pertama kapal yang sedang di bangun di bengkel Nonmetal PPNS.
Pada kesempatan itu, tim project menjelaskan konsep inovasi yang akan diterapkan di beberapa bagian konstruksi yang juga menggabungkan unsur budaya berciri khas Nusantara. Diantaranya adalah penerapan tekonologi bambu laminasi dan corak ornamen yang akan membalut beberapa bagian kapal.
“Bambu menjadi pilihan yang lebih baik daripada kayu karena seratnya yang panjang menjadikannnya lebih kuat daripada kayu biasa. Selain itu, kombinasi antara bambu laminasi dan kayu lokal akan menambah kekuatan konstruksi dengan ukuran desain yang lebih kecil. Artinya bobot kapal bisa direduksi,” ujar Pimpinan Proyek, Sufian Imam Wahidi.
Seluruh anggota tim optimistis, kapal layar dayung berjenis Yole de Bantry kali ini akan jauh lebih baik dari kapal sebelumnya (Garuda), yang digunakan saat berlaga di Kanada tahun lalu. Garuda masih memiliki beberapa kekurangan terutama menyangkut stabilitas saat berlayar. Karena itu, dilakukan modifikasi beberapa rancangan disain untuk mengatasi masalah tersebut. Kapal layar ini kini menjadi duta Indonesia sebagai Icon Boat di Tromolino Project – International Maritime Heritage di AS.
Selain mempersiapkan kapal layar, juga dilakukan berbagai latihan untuk membekali calon kru agar siap berlaga dengan pemuda-pemudi dari 15 negara dari Eropa dan Amerika. Diantaranya adalah latihan teknik dasar berlayar, navigasi laut, tali-temali dan dayung rowing bagi anggota baru. Seleksi kru akan berlangsung ketat. Calon kru yang berasal dari berbagai jurusan di ITS akan melewati beberapa tahapan sebelum menjadi kru kapal.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Dr.Ir.Triyogi Yuwono DEA, menyatakan yakin terhadap kemampuan tim maritime challenge dalam laga tahun depan. Selama ini tim sudah bekerja keras membangun kapal dan membangun mental dalam menghadapi kompetisi itu. Ia berharap, segala persiapan tersebut akan membuahkan hasil yang lebih baik dan ITS mampu kembali mengharumkan almamater di pentas dunia. (natalia)