berita2.com Jumat, 12 Maret 2010

 
You are here: Home Iptek Teknologi

Teknologi

China Desak HP Recall Laptopnya

E-mail Cetak PDF

Jakarta (berita2.com): Lebih dari 100 orang di China melayangkan keluhan dan mendesak Hewlett-Packard Co (HP) menarik produk laptopnya dari negara itu karena kerusakan pada salah satu komponennya.

Jiang Suhua, pengacara orang-orang yang meminta penarikan kembali laptop HP itu, Rabu(10/03) mengatakan bahwa para konsumen di China mengeluhkan video card yang cepat panas, sehingga menyebabkan laptop rusak.

Pengacara dari Kantor Hukum Yingke tersebut mengharapkan pemerintah menyelidiki dan meminta HP untuk menarik produknya dari China, demikian dilaporkan Reuters.

"Ya kami bisa membawanya ke pengadilan, tetapi untuk sekarang belum sampai di tahap itu," ia menegaskan.

Jiang mengatakan permasalahan itu sebenarnya sudah mengemuka sejak 2007 dan sekitar 170 orang telah mengirim keluhan pada Jumat (5/3) kepada badan pengawas kualitas AS, General Administration of 'Quality Supervision, Inspection and Quarantine'.

Sementara itu perwakilan HP baik di Singapaura dan AS belum bisa dihubungi untuk
memberikan komentar.

HP mendulang lebih dari tiga per lima keuntungannya dari luar negara asalnya AS.
Bulan lalu penjualan produk HP di beberapa negara berkembang seperti Brazil, Russia, India, dan China melonjak naik 41 persen dari tahun lalu.(*ek)

Kontes Robot Regional IV Diikuti 28 Universitas

E-mail Cetak PDF

28 Universitas Ikuti Kontes Robot Regional IVSurabaya (berita2.com): Sebanyak 93 tim dari 28 universitas mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) untuk Regional IV (Jatim dan Indonesia timur) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 22-23 Mei mendatang.

"Kalau dibandingkan dengan peserta KRI-KRCI tahun 2009, maka jumlah peserta itu tidak bertambah, namun regional IV sekarang dipecah menjadi dua regional yakni IV dan V, sehingga jumlah peserta sebenarnya bertambah," kata anggota dewan juri KRI-KRCI Endra Pitowarno kepada ANTARA di Surabaya, Minggu.

Menurut dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya itu, KRI-KRCI Regional IV diikuti 93 tim dari 28 universitas, sedangkan KRI-KRCI Regional V yang meliputi Sulawesi dan Balikpapan diikuti belasan tim dari sembilan universitas.

"Kendati KRI-KRCI di Regional IV hanya diikuti 28 universitas, namun ada universitas yang merupakan pendatang baru yakni Universitas Udayana Denpasar dan Politeknik Negeri Denpasar," katanya.

Ke-93 tim dari 28 universitas yang mengikuti kontes robot di Regional IV itu terdiri atas 20 tim robot peserta KRI, 58 tim robot peserta KRCI (28 tim robot beroda, 16 tim robot berkaki, dan 14 tim robot battle), dan 15 tim KRSI.

"Dari peserta yang ada, tim-tim lama dari Surabaya dan Malang merupakan tim-tim yang kuat, apalagi KRI yang merupakan ajang paling bergengsi untuk tahun ini tidak terlalu sulit, sebab robot yang bertanding hanya adu kecepatan dan tidak sampai ada pertarungan antarrobot," katanya.

Ia menambahkankan, juara KRI akan dibiayai Kemdiknas untuk mengikuti kontes robot serupa tingkat dunia di Kairo, Mesir pada September 2010, sedangkan juara KRI akan dibiayai Kemdiknas untuk mengikuti kontes robot serupa tingkat dunia di AS.

"Tahun 2009, tim KRI dari PENS ITS mewakili Indonesia di kontes robot tingkat dunia di China namun kalah, sedangkan tim kontes robot cerdas yang mewakili Indonesia ke AS berasal dari ITB Bandung dan Unikom Bandung. Tim KRCI akan berangkat ke AS pada April mendatang," katanya.(*ek)

Ericsson Pasarkan "e-Store" di Indonesia

E-mail Cetak PDF
Ericsson Mulai Pasarkan e-Store di Indonesia

 

Jakarta (berita2.com): Perusahaan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, mulai memasarkan semacam "mall aplikasi" bagi operator telpon selular di Indonesia dengan nama e-Store.

"Kita mulai memasarkannya tahun ini karena peluncuran secara global sudah dilakukan di Barcelona beberapa waktu lalu," kata President and Country Manager Ericsson Indonesia, Arun Basal, di Jakarta, Minggu(07/03).

Ia menyebutkan telah ada 20.000 aplikasi lebih yang siap dipasarkan oleh operator melalui e-Store.

Namun, ia belum dapat mengatakan kapan "mall" yang menjual aplikasi secara online ini benar-benar ada di Indonesia mengingat belum ada operator yang menggunakannya.

"Kapan e-Store ada di sini, itu tergantung keinginan operator siapa yang akan tertarik," kata Basal.

Ia mengugkapkan Ericsson memberikan kesempatan aplikasi lokal ikut mengisi e-Store sehingga jumlahnya akan bertambah bahkan pihaknya akan memberikan semacam platform bagi aplikasi lokal sehingga dapat dipasarkan secara global.

Terkait dengan investasi, ia mengatakan tidak memerlukan banyak investasi mengingat produk ini sangat mudah dikembangkan.

Mall aplikasi online ini hanya khusus diperuntukan bagi service provider dan Ericsson tidak menawarkan langsung pada pemakai akhir.

Pembagian keuntungan dari e-Store ini tentunya akan dibagi tiga dengan porsi terbesar ada di pembuat aplikasi, kedua adalah operator, dan porsi terkecil diperuntukkan bagi Ericsson.(*ek)

Apple Gugat HTC Langgar Hak Paten

E-mail Cetak PDF
Apple Tuduh HTC Langgar Hak Paten

Jakarta (berita2.com): Perusahaan teknologi informasi terkemuka, Apple, menggugat produsen ponsel HTC Corporation atas tuduhan pelanggaran 10 hak paten Apple terkait tampilan (user interface) dan hardware iPhone.

Apple, perusahaan yang mempopulerkan ponsel pintar layar sentuh melalui iPhone yang diluncurkannya pada 2007, mengatakan bahwa ia mengajukan gugatan terhadap HTC secara bersamaan ke komisi perdagangan internasional AS dan pengadilan Negeri AS di negara bagian Delaware.

Gugatan tersebut juga mengklaim bahwa produsen ponsel yang berkantor pusat di Taiwan itu membuat ponsel berlayar sentuh yang sebagian besar menggunakan sistem operasi Android besutan Google, melanggar sejumlah hak paten yang ada dalam produk iPhone.

Pihak HTC menanggapi gugatan Apple dengan menyatakan bahwa HTC adalah inovator dalam teknologi mobile (bergerak) dan pemegang hak paten yang sudah lebih 13 tahun sangat fokus dalam membuat banyak smartphone yang sangat inovatif.

Sebagaimana dilaporkan sejumlah media massa asing berpengaruh, HTC menghargai hak paten dan upaya Apple tersebut, tetapi perusahaan itu juga bertekad mempertahankan teknologi hasil inovasinya.

HTC hanya mempelajari gugatan Apple dari laporan media, dan mereka belum sempat melakukan investigasi atas hal itu. Sebelum melakukan investigasi, HTC menolak berkomentar mengenai validitas klaim Apple terhadap HTC.

Gugatan tersebut merupakan kasus terbaru dalam kepemilikan teknologi yang mendasari smartphone, handset yang bisa menjalankan musik dan video, mengambil
gambar, dan mengirim surat elektronik (e-mail) yang semakin populer dikalangan
konsumen.

Sebagai contoh Eastman Kodak di bulan Januari mengajukan gugatan terhadap ITC Apple
iPhone dan kamera ponsel pintar besutan RIM Blackberry yang melanggar hak paten
perusahaan pembuat perangkat fotografi itu.

Produsen ponsel terkemuka di dunia, Nokia, juga mengajukan gugatan terhadap iPhone pada Januari lalu atas dugaan penyalahgunaan hak paten.

Perselisihan yang menyertakan potensi royalti tahunan bernilai ratusan juta dolar itu mencerminkan pergeseran perimbangan kekuatan dalam industri mobile, dimana ponsel beralih menjadi komputer genggam yang mampu memainkan video games dan menjelajah Internet.(*ek)

Layanan Singage HP dengan Scitex Regional Solution Centre

E-mail Cetak PDF

HP Perluas Layanan SingageJakarta (berita2.com): Produsen komputer Hewlett Packard (HP) memperluas layanan Signage (percetakan reklame) dengan membuka HP Scitex Regional Solution Centre di Hong Kong dan menghadirkan fasilitas-fasilitas yang mendukung industri tersebut.

Siaran pers HP di Jakarta, Selasa(02/03), menyebutkan pengembangan dan perluasan HP Scitex Regional Solution Centre serta pengadaan fasilitas-fasilitas yang mendukung industri Singage merupakan bagian dari komitmen HP untuk meningkatkan pengalaman pelanggan secara total.

Program-program yang dicanangkan berkaitan erat dengan strategi pengembangan jangka panjang HP guna mewujudkan peluang-peluang yang muncul bersamaan dengan pertumbuhan di industri ini, serta terus memperkuat posisi HP.

Pengembangan HP Scitex Regional Solution Centre menghadirkan Media Testing Facility pertama di Asia Pasifik dan Jepang. Wahana yang semakin dikembangkan ini secara ukuran lebih luas 2 kali lipat dari sebelumnya, yaitu 9.500 square feet.

Dalam Kesempatan yang sama HP juga mengumumkan keberhasilanya mengapalkan lebih dari 100 printer HP Designjet L65500 sejak peluncurannya yang pertama pada Februari 2009.

HP Designjet L65500 kala itu merupakan printer pertama yang diperkuat HP Latex Printing Technologies yang dirancang untuk mengurangi dampak buruk pencetakan terhadap lingkungan.

Halaman 1 dari 13

Berita Terkait