berita2.com (Jakarta): Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengumumkan Korea Selatan berada di puncak tertinggi soal angka perempuan bunuh diri. Angka yang sangat mencengangkan
Di Negeri Ginseng itu, pada 2008, misalnya, 18,7 persen dari 100.000 perempuan melakukan bunuh diri. Padahal, rata-rata angka OECD untuk kasus-kasus macam itu, kecuali bagi Jepang, adalah empat hingga lima persen per 100.000 wanita. "Di Jepang, 13,2 persen dari 100.000 perempuan melakukan bunuh diri," kata data tersebut sebagaimana Xinhua mewartakan pada Kamis (8/7/2010).
Bunuh diri, masih menurut riset itu, merupakan pembunuh perempuan ketiga setelah penyakit gangguan fungsi otak (cerebrovascular) dan kelainan jantung.
Sementara itu, para pakar mengatakan tingginya angka rata-rata perempuan bunuh diri di Korsel dipicu oleh tingkat stres terkait problem di sekolah, pekerjaan, hubungan personal, pemeliharaan anak, serta masalah keuangan. "Menanjaknya peran perempuan juga menjadi pemicu," imbuh para pakar.
Sampai kini, pemerintah Korsel sudah meluncurkan upaya-upaya untuk mereduksi tingginya angka bunuh diri hingga kurang dari 20 sampai dengan 2013.