berita2.com (Sidney): Saat ini seorang wanita AS yang memiliki id @theashes dalam Twitternya dan dibombardemen pesan-pesan mengenai kriket, ditawari penerbangan gratis ke Australia dan mulai menjual T-shirt berpesan peringatan buatannya sendiri.
Wanita asal Massachusetts yang kadang melemparkan pesan Twitternya mengenai rajutan dan serial televisi "Glee", menjadi subjek kampanye Twitter bertitel #gettheashestotheashes, setelah menggertak lewat mikroblog-mikroblog mengenai serial "Ashes" di Australia dan Inggris.
"Saya bukan penggila kriket!!!", demikian bunyi sebuah pesan yang ditujukan ke perempuan itu, Sabtu (27/11/2010) pekan lalu.
"Ini bukan akun untuk pertandingan kriket. Periksa dulu profil-profil sebelum loe mengirim pesan, ini amat menjengkelkan dan kasar," jawab perempuan itu.
Kendati begitu, @theashes, yang nama aslinya tak diketahui, lalu memperlunak suaranya, dengan bertanya "Apa gerangan yang terjadi?" Dia tak tahu apakan dia mendukung Australia atau Inggris.
Sampai Senin (29/11/2010), @theashes ditawari T-shirt hasil desain sendiri seharga 19,90 dolar AS di www.spreadshirt.com, dengan sebuah slogan tertulis berbunyi "Saya bukan penggila pertandingan kriket!!" yang diteruskan ke #gettheashestotheashes.
"Gue harap tak ada yang terganggu sama gue, gara-gara T-shirt ini. Gue mungkin hanya mengambil untung 2 sen dari setiap kaus-kaus itu. Gue nggak ingin kaya, hanya untuk senang-senang," katanya dalam pesan Twitternya.
Sementara itu #gettheashestotheashes mengundang perhatian dari Qantas Airways yang menawari @theases satu penerbangan gratis dari New York, setelah sponsor Ashes, yaitu Vodafone, menjanjikan tiket gratis, serta sebuah ponsel dan sewa mobil Ford untuknya.
@theashes, yang men-tweet hampir 9.000 pesan mengenai pekerjaan dan kehidupan sehari-harinya, menulis bahwa dia mempertimbangkan tawaran Qantas, tapi dia juga menginginkan satu tiket lain untuk pacarnya.
Serial "Ashes" diputar sampai 7 Januari. Akhirnya dia menulis, "Oke, ini gila. Gue capek. Gue tidur dulu. Sampai besok ya."
Para penggemar kriket telah salah memasukkan nama Twitter perempuan itu dalam pesan-pesan mereka, alih-alih memasukkan #theashes atau #ashes, yang digunakan para kontributor mikroblog mengenai serial televisi itu.