berita2.com Kamis, 09 September 2010

 
You are here: Home Iptek Internet
Banner

Internet

Bing Menanjak, Yahoo Merosot

E-mail Cetak PDF
Studi :Yahoo Terus Merosot, Bing Menanjak

Amerika Serikat (berita2.com): Warga Amerika Serikat terus beralih dari mesin pencari Yahoo ke Microsoft, kecenderungan itu dimulai sejak pertengahan tahun 2009 setelah Microsoft memperkenalkan mesin pencari baru, Bing, dan dua perusahaan itu menandatangani kesepakatan mengenai mesin pencari.

Pendapatan Yahoo di AS menurun pada bulan Januari, sebelumnya 17,3 persen pada Desember, sedangkan pendapatan Microsoft meningkat dari 10,7 persen ke 11,3 persen,kata ComScore pada hari Kamis.

Pada bulan April, menjelang peluncuran Bing dan penandatanganan kesepakatan tersebut, Yahoo memiliki 20,4 persen pendapatan sedangkan Microsoft masih berada di 8,2 persen.

Google masih menjadi pemain dominan dengan 65,4 persen pada Januari, turun sebesar 0,3 persen dari Desember tetapi meningkat dari sisi pendapatan sebesar 64,2 persen pada bulan April.

Keterpurukan mesin pencari Yahoo adalah kabar buruk untuk pendapatan iklan perusahaan itu dan kesepakatan dengan Microsoft tak kunjung terwujud karena belum ada izin dari pemerintah.

Petinggi-petinggi Yahoo telah mengatakan berulang kali bahwa pendapatan iklan dari mesin pencari masih merupakan hal penting buat perusahaan. Yahoo berniat mengalihkan fungsi-fungsi pendukung pencariannya ke Microsoft dan akan melanjutkan inovasi pada laman pencarian di fitur depan tampilannya.

Ketika mereka mengumumkan kesepakatan pada Juli 2009, kedua pihak menekankan tentang perlunya menggabungkan sisi teknologi maupun penjualan dalam rangka menghadirkan mesin pencari yang lebih ampuh dibandingkan Google bagi para pengguna akhir maupun pengiklan .

Namun, yang terjadi sementara ini ternyata mesin pencari Bing merusak popularitas pencarian Yahoo sedangkan Google terus menanjak naik dengan perolehannya.

Kesepakatan 10 tahun mewajibkan Microsoft menguatkan properti-properti mesin pencarian Yahoo dan bertanggung jawab atas penjualan iklan di mesin pencari. Sebagai imbalannya, Microsoft akan mendapatkan bagian dari hasil iklan di situs-situs pencarian Yahoo maupun dari jaringan para mitra Yahoo.

Pada Juli tahun lalu, Yahoo memperkirakan bahwa saat kesepakatan penuh itu diterapkan maka pedapatan operasional tahunannya naik 500 juta dolar, menghasilkan tabungan pengeluaran modal sebesar 200 juta dolar dan menambah "cash flow" operasional tahunan sebesar 275 juta dolar.

Hal akan menarik diamati jika perkiraan itu harus disesuaikan menjadi lebih rendah jika kesepakatan tersebut diterapkan karena pendapatan dari mesin pencarian Yahoo berlanjut turun.(*ek)

Google Beli Layanan “Sosial Search” Aadvark

E-mail Cetak PDF

Google Beli Layanan Sosial Search AardvarkWashington, 12/2 (berita2.com) - Raksasa internet Google telah membeli Aardvark, layanan "social search" atau pencarian sosial yang mengandalkan kontak pengguna untuk menjawab pertanyaan.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa kami telah menandatangani kesepakatan dengan Google," pendiri dan kepala teknologi Aardvark Damon Horowitz membalas email dari AFP. "Kami tidak dapat berkomentar lebih jauh saat ini."

Blog teknologi TechCrunch meletakkan harga pembelian sekitar 50 juta dolar.

Aardvark yang berbasis di San Francisco didirikan pada 2007. Para pendiri termasuk mantan anggota dari Google.

Aardvark menggunakan kontak dalam jaringan seseorang untuk memberikan jawaban pertanyaan via Web di Vark.com, instant messaging, email atau Twitter.

Dalam posting blog baru-baru ini, Aardvark mengatakan telah memiliki lebih dari 90.000 pengguna pada Oktober 2009 dan 87,7 persen dari pertanyaan yang dikirim ke Aardvark menerima jawaban dari seorang teman atau teman dari seorang teman.

Aardvark mengatakan 75 persen dari pengguna yang menanyakan pertanyaan Aardvark juga menjawab pertanyaan untuk orang lain.

Perusahaan membanggakan tim teknis dari "lebih dari 20 orang, termasuk insinyur dari masing-masing di Silicon Valley perusahaan teknologi besar" dan daftar situs beberapa lowongan pekerjaan.

CEO Google Eric Schmidt mengatakan dalam sebuah konferensi dengan para analis bulan lalu bahwa Mountain View, California, perusahaan berencana untuk mengakuisisi satu perusahaan tahun ini.

 

Gmail Sulit Diakses di Iran

E-mail Cetak PDF

Washington, (berita2.com) : Pengguna Iran menghadapi kesulitan untuk mengakses Gmail, demikian keterangan Google, Rabu (10/2), setelah satu laporan surat kabar bahwa jawatan telekomunikasi Iran selamanya membekukan layanan surat elektronik raksasa Internet itu.

"Kami telah mendengar dari para pengguna di Iran bahwa mereka kesulitan mengakses Gmail," kata Google dalam satu pernyataan.

"Kami dapat mengkonfirmasi penurunan tajam arus lalu lintas dan kami telah meneliti jaringan kami sendiri serta mendapati semuanya berjalan secara layak," kata perusahaan tersebut, yang berpusat di Mountain View, California.

"Setiap kali kami mengalami hambatan pada layanan kami, kami berusaha menyelesaikannya sesegera mungkin karena kami sangat percaya orang dimana pun mesti memiliki kemampuan berkomunikasi `daring` (dalam jaringan) secara bebas)," kata Google.

"Dengan sedih, kadang-kala itu di luar jangkauan kami," tambahnya.

Pernyataan Google tersebut dikeluarkan setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan jawatan telekomunikasi Iran telah mengumumkan pembekuan selamanya atas Gmail, milik Google, dan berencana meluncurkan layanan surat elektronik nasional buat warga negara Iran.

Dengan mengutip keterangan seorang pejabat Iran yang tak disebutkan jatidirinya, WSJ melaporkan tindakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong perkembangan teknologi Internet lokal dan membangun kepercayaan antara rakyat dan pemerintah.

Tindakan yang dilaporkan itu tersiar pada malam menjelang pawai di jalan di Iran untuk memperingati 31 tahun Revolusi Islam dan oposisi berencana menyelenggarakan demonstrasi antipemerintah.

Pendukung oposisi sejak Juni telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk melancarkan protes terhadap Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang terpilih kembali dalam pemilihan umum Juni --yang memicu protes luas.

Para pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi telah mendesak kehadiran banyak pemrotes pada Kamis.

Puluhan orang telah tewas dan ratusan orang lagi cedera dalam berbagai protes sejak pemilihan presiden tersebut. Dalam protes paling akhir, delapan orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan pemrotes pada 27 Desember, ketika pendukung oposisi memanfaatkan acara tahunan Syiah, Asyura, untuk melancarkan pertemuan terbuka anti-pemerintah.

Pendukung oposisi di Iran telah memanfaatkan layanan jaringan sosial seperti YouTube, milik Google, Twitter, Facebook dan jejaring lain dalam upaya mereka berkomunikasi.(*un)

Google Tambah Fitur di Gmail, Facebook & Twitter Tersaingi

E-mail Cetak PDF

Mountain View, Calif., 9/2 (berita2.com) - Perusahaan raksasa, Google Inc., Selasa, memperkenalkan sejumlah fitur jejaring sosial ke dalam produk surat elektronis kenamaannya, Gmail.

Langkah perusahaan yang terkenal dengan mesin pencari di internet itu dimaksudkan untuk memungkinkan Gmail bersaing dengan situs jejaring sosial populer dunia, Facebook dan Twitter.

Dengan adanya produk baru yang dinamakan "Google Buzz" itu, para pemakai Gmail dapat dengan cepat berbagi pesan, link situs, dan foto dengan rekan mereka sesama pengguna Gmail.

Google juga memperkenalkan sejumlah produk baru yang didesain khusus agar fitur-fitur jejaring sosial barunya cocok bagi peralatan selular, seperti "telepon pintar", berbasis sistim operasi Android.

Semua itu dimaksudkan Google untuk memperkuat daya saingnya menghadapi layanan situs jejaring sosial populer, seperti Twitter dan Facebook.

Menurut comScore, Gmail merupakan layanan surat elektronis berbasis situs ketiga terpopuler di dunia. Jumlah pengunjungnya pada Desember 2009 mencapai 176,5 juta.

Gmail masih berada di bawah Hotmail milik Microsoft dan email Yahoo yang masing-masing menduduki posisi pertama dan kedua dunia dengan jumlah pengunjung 369,2 juta dan 303,7 juta.

Selain memperkenalkan Buzz di Gmail, Google juga meluncurkan aplikasi selular khusus untuk Buzz dan teknologi Buzz ke dalam versi selular produk peta dan situsnya.

Pada 2004, Google meluncurkan jejaring sosial Orkut. Berbeda dengan jejaring sosial raksasa Facebook dan MySpace di Amerika Serikat, Orkut hanya berhasil meraih pasar tertentu dunia, seperti Brazil.

Dalam membangun jejaring sosial dalam produk email, Google mengikuti langkah Yahoo yang sebelumnya telah mengambil pendekatan serupa dalam upayanya menyaingi Facebook.

Pada 5 Februari lalu, perusahaan raksasa dunia ini juga menambah fitur peta "Google Earth" yang memungkinkan para pengguna Internet "menjelajahi" kehidupan dasar samudera.

Selain itu, layanan fitur peta interaktif dunia maya milik Google ini juga membantu mereka yang tertarik dengan sejarah Perang Dunia II dengan beragam foto pengeboman kota-kota Eropa.(*mag)

"Google Earth" Bagi Penjelajah Kehidupan Dasar Samudera

E-mail Cetak PDF
Menjelajahi Dasar Samudera dengan Google Earth
San Francisco (berita2.com): Para pengguna Internet mulai Kamis (5/2) dapat "menjelajahi" kehidupan dasar samudera berkat bertambahnya layanan fitur peta "Google Earth".

Selain itu, layanan fitur peta interaktif dunia maya ini juga membantu mereka yang tertarik dengan sejarah Perang Dunia II dengan beragam foto pengeboman kota-kota Eropa.

"Fitur gambar bersejarah itu memberi orang perspektif unik tentang kejadian-kejadian masa lalu dengan memakai teknologi pemetaan terkini," kata Laura Scott dari Google Eropa seperti dilaporkan AFP.

Dengan adanya layanan fitur gambar Perang Dunia II ini, warga dunia dapat semakin memahami sejarah Eropa dengan "cara baru" dan belajar lebih banyak tentang dampak perang terhadap pembangunan kota-kota di Eropa, katanya.

Termasuk dalam layanan baru Google Earth itu adalah foto-foto tentang 35 kota Eropa yang diambil tahun 1943 serta kondisi kota Warsawa yang didera perang tahun 1935 dan 1945.

Para pengguna Google Earth juga dapat langsung melihat perbandingan kondisi kota saat perang dengan kondisinya saat ini.

Foto-foto itu mengingatkan orang pada dampak dahsyat perang terhadap penduduk kota dan kemampuan hebat manusia membangun kembali lingkungan perkotaannya yang hancur, kata Scott.

Bagi para pengunjung Google Earth yang menggemari kehidupan bawah laut, mereka kini dimanjakan dengan tur yang dilengkapi narasi oseanografer ternama "National Geographic", Sylvia Earle.

Mereka juga dimanjakan dengan koleksi video tentang keunikan alam sekitar dan kehidupan binatang laut, seperti paus "humpback".

Berbagai foto dan video kehidupan bawah laut itu disumbangkan para fotografer, naturalis, lembaga pemerintah dan non-pemerintah ke fitur "penjelajahan bawah samudera" yang diluncurkan Google Earth setahun lalu.
(*ek)

Halaman 8 dari 14

Berita Terkait