Bekasi (berita2.com): Sejumlah perangkat teknologi informasi (TI) dengan biaya murah mendorong penggunaan internet di kalangan masyarakat menengah ke bawah semakin berkembang.
Hal itu dikatakan ahli TI Romi Satria Wahono, dalam seminar Amprokan Blogger Bekasi, di Gedung Pelatihan Mahkamah Konstitusi, Jalan Kartini, Kelurahan Rawa Panjang, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jabar, Minggu.
"Bila kita lihat, sejumlah telepon genggam saat ini mulai banyak menawarkan akses internet dengan mudah. Dampaknya, sejumlah operator pelayanan telepon berlomba menurunkan harga," katanya.
Menurut dia, jumlah pengguna internet melalui layanan operator Telkomsel saat ini mencapai 80 juta pelanggan belum termasuk "provider " lainnya seperti XL, dan Indosat. "Jumlah tersebut terbilang angka yang cukup fantastis. Artinya, masyarakat kita telah melek tekhnologi," katanya.
Selain itu, kata dia, usaha warung internet (Warnet) di sejumlah daerah semakin menjamur dengan harga sewa perangkat komputer yang relatif murah mulai dari Rp2.500 hingga Rp5.000 per jam. "Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mempraktikan ilmu TI," katanya.
Kendati demikian, penggunaan layanan internet di kalangan masyarakat belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan hasil survei pengguna internet melalui situs Alexa.com menyebutkan, angka tertinggi pengguna internet berada pada fasilitas jejaring sosial Facebook.
"Pengguna internet lebih memilih untuk membuka Facebook, bukannya Google sebagai alat pencarian data guna menambah referensi pengetahuan mereka tentang segala hal," katanya.
Ia mengatakan, kenyataan itu merupakan tugas dari komunitas Blogger di seluruh Tanah Air dan praktisi TI untuk memberikan pengetahuan seputar layanan internet secara maksimal kepada msayarakat luas melalui kegiatan sosialisasi.
"Sebagai contoh, guru di sekolah dapat meminta siswanya menyelesaikan tugas melalui fasilitas blog. Ini adalah cara yang paling mudah dan efektif dalam memberikan sosialisasi untuk kalangan pelajar," kata Romi Satria Wahono.
Acara yang digagas oleh komunitas Blogger dari wilayah Jabodetabek tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi TI seperti Mabruri, tenaga ahli Kementrian Komunikasi dan Informatika, Budi Putra, Country Editor Yahoo Indonesia, dan Romi Satria Wahono seorang ahli bidang TI.(*ek)
Internet
Perangkat Internet Murah Dorong Perkembangan TI
Broadband Berkembang Hingga ke Aplikasi Perangkat Rumah Tangga

Bandung (berita2.com): Perusahaan telekomunikasi, Ericsson, memprediksi perkembangan penggunaan broadband pesat seiring pengaplikasiannya pada perangkat rumah tangga.
"Penggunaan broadband akan berkembang pesat, terutama penggunaan mobile broadband," kata Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Arun Bansai, di Bandung, Sabtu.
Penggunaan broadband akan berkembang tidak hanya pada personal computer dan telepon genggam tetapi juga pada peralatan-peralatan pendukung kehidupan manusia.
Atas alasan perkembangan tersebut maka Ericsson memiliki prediksi bahwa 50 miliar perangkat terhubung dengan broadband di dunia pada tahun 2020.
Di tahun 2010, Core and IMS Ericsson Indonesia, Sigit Priyanggoro menyebutkan telah ada empat hingga lima miliar peralatan terkoneksi dengan broadband. Angka itu akan terus bertambah seiring perubahan perilaku konsumen yang menginginkan perangkat mereka terkoneksi.
Tiga hal yang menjadi penyebab konsumen broadband meningkat pesat, ujar dia, manusia membutuhkan kenyamanan untuk menunjang gaya hidupnya, kebutuhan untuk menjadi lebih efisien dalam usaha, serta kebutuhan berpendidikan hingga kesehatan.
Karena itu, menurut dia, telekomunikasi akan merubah industri lain seperti kesehatan, transportasi, media, pemerintah, dan utilitas.
Akibatnya, ada efisiensi dalam pelaksanaan pemerintahan, bisnis baru akan bermunculan, pertumbuhan pesat industri, kehidupan yang berkesinambungan.
"Peralatan seperti kulkas, kompor, mobil, nanti akan terkoneksi dengan telpon pintar kita berkat mobile broadband tadi," katanya.
Semua itu, membutuhkan teknologi komunikasi bergerak yang memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.
Long Term Evolution (LTE), menurut dia, menjadi solusi untuk memenuhi hal tersebut, sayangnya pemanfaatannya dalam waktu dekat di Indonesia tidak memungkinkan, mengingat pemerintah belum melakukan pengaturan frekuensi.
"Saya rasa operator siap mengaplikasikan LTE, permasalahannya hanya pengaturan frekuensi saja dan itu menjadi kewenangan pemerintah. Mungkin 2013 itu baru bisa dilakukan," ungkap dia.
Saat ini, ia menambahkan, perusahaan telekomunikasi ini telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator di dunia, yakni AT&T dari Amerika Serikat (AS), Verizon di AS, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di AS, dan DoCoMo di Jepang.(*ek)
Internet Terpopuler Ketiga di Amerika
Jakarta (berita2.com): Internet menjadi platform berita paling populer ketiga di Amerika Serikat, di bawah siaran televisi daerah dan nasional di negara itu, demikian survei Internet & American Life Project dan Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center, Senin(01/03).
Menurut survei itu, 78 persen dari 2.259 orang dewasa AS yang dijaring oleh jajak pendapat itu, mengatakan bahwa pada hari biasa mereka mendapatkan berita dari stasiun TV daerah.
Lalu, 73 persen mengaku mendapatkan berita dari jaringan televisi nasional seperti CBS atau stasiun tv kabel semisal CNN atau Fox.
61 persen mengaku, di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari laman berita Internet, sementara 54 persen mendapatkannya dari program berita radio di rumah atau dalam kendaraan.
50 persen menyatakan memperoleh berita dari koran lokal dan 17 persen dari dari suratkabar nasional seperti New York Times atau USA Today.
99 persen mengaku mendapatkan berita, dari salah satu dari tiga platform media berikut; edisi cetak suratkabar lokal dan nasional, stasiun tv daerah dan nasional, dan radio atau Internet.
92 persen menyatakan di hari biasa, mereka mendapatkan berita dari banyak platform media, dengan setengah diantaranya memanfaatkan empat sampai enam platform media setiap hari.
21 persen orang dewasa AS yang mendapat berita online dengan mengandalkan diri kepada satu laman berita dan informasi, namun 57 persen mencampurkan dua dan lima platform, demikian survei itu.
Sebelas persen mengaku mendapatkan berita dari lebih dari lima laman dan 65 persen menyatakan tidak memiliki laman favorit.
"Orang Amerika menjadi kecanduan berita online maupun offline, namun ada batasnya," kata Amy Mitchell, Deputi Direktur Project for Excellence in Journalism, Pew Research Center.
"Mereka umumnya tidak mempunyai satu laman favorit, meski begitu mencari apa saja. Kebanyakan pengguna berita online secara reguler tertarik pada banyak laman berbeda," kata Mitchell.
Survei itu juga mendapatkan fakta bahwa 33 persen pengguna ponsel mendapatkan berita dari wahana telekomunikasi mobil.
"Kepedulian pada berita terjadi setiap saat, di mana saja, melalui wahana apapun, bagi mereka yang ingin tetap melek informasi," kata Kristen Purcell, Direktur Riset Internet & American Life Project, Pew Research Center.
Portal-portal berita seperti Google News, AOL dan Topix menjadi diantara sumber berita online yang paling umum dimanfaatkan, bersama dengan laman-laman seperti CNN, BBC dan koran-koran daerah dan nasional.
37 persen dari pemgguna Internet mengatakan turut membantu terciptanya berita, mengomentarinya atau menyebarkannya melalui situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.
75 persen pengguna berita online mendapatkan berita karena "diforward" via email atau postingan situs-situs jejaring sosial, sedangkan 52 persen menyatakan berbagi berita dengan yang lainnya lewat "link."
Survei juga menyebarkan pertanyaan mengenai opini di media massa, di mana 63 persen menyatakan setuju dengan berita produk organisasi-organisasi berita besar yang bekerja baik dengan meliput banyak berita penting dan diperhatikan pembacanya.
Kendati begitu, 71 persen setuju dengan pernyataan, "kebanyakan media berita saat ini bias dalam peliputannya."
Survei ini diselenggarakan dari n28 Desember sampai 19 Januari, dengan tingkat kesalahan (margin of error) plus atau minus 2,3 persen. (*ek)
Antisipasi Dampak Buruk Internet dan Penyalahgunaan Situs Jejaring Sosial
Jakarta (berita2.com): Sejumlah pakar dan praktisi mengulas dampak buruk Internet, terutama mengenai maraknya penyalahgunaan situs jejaring sosial belakangan ini dalam sebuah diskusi yang digagas Information and Communication Technology (ICT) Wacth di FX Plaza Sudirman Jakarta, Rabu(23/02).
Dalam talkshow bertajuk "Antisipasi Dampak Buruk Internet dan Penyalahgunaan Situs Jejaring Sosial" yang dimoderatori oleh pakar Internet Indonesia Onno W Purbo itu, Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menekankan pentingnya berInternet sehat untuk mengantisipasi penyalahgunaan media Internet.
Menurut Arist, belakangan banyak laporan yang masuk ke pihaknya mengenai banyaknya ibu rumah tangga yang lari meninggalkan keluarga gara-gara berinteraksi dengan teman lama melalui laman jejaring sosial facebook.
Maraknya penggunaan situs jejaring sosial semacam facebook, kata Arist, tidak bisa dihindari, namun yang terpenting bagaimana keluarga bisa menjauhkan dampak buruknya dari anak-anak mereka.
Arist berpendapat bahwa permasalahan maraknya penyalahgunaan facebook yang berbuntut pada munculnya kasus penculikan, prostitusi anak, penipuan, dan penghinaan, sebenarnya bermuara pada keluarga.
"Orang tua saat ini tidak menjadi tempat curahan hati (curhat) bagi anak anak, mereka cenderung curhat dengan teman yang belum tentu memberikan saran atau informasi yang benar, jika kondisi ini terus berjalan hati hati facebook mengancam anak-anak kita," kata Arist.
Guna mengatasi penyalahgunaan situs jejaring sosial Arist pun memberikan solusi dengan menyatakan,"Teknologi itu tidak bisa kita hindari, pendekatannya bukan larangan, tetapi memperkuat anak tersebut untuk terhindar dari bahaya internet yang tidak sehat."
Sementara Ketua Demisioner Asosiasi Pengusaha Warung internet Indonesia (AWARI) Irwin Day mengatakan bahwa sudah sejak lama para pengusaha warnet peduli dengan penggunaan internet yang sehat, dengan mengembangkan Nawala project.
Dengan domain network system (DNS) Nawala, perangkat lunak penyaring (filtering) yang terpasang di komputer, warnet bisa memblokir situs terlarang atau pun bahkan situs jejaring sosial seperti facebook.
"Dalam tiga bulan penggunaan DNS Nawala yang digunakan warnet AWARI menyebabkan turunnya omset hingga 50 persen, tetapi setelah tiga bulan kemudian mengalami kenaikan omset sebesar 70 persen karena warnet tersebut digolongkan menggunakan Internet yang sehat," tutur Irwin.
Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk Febriati Nadira menyatakan bahwa pihaknya juga berkerjasama dengan ICT Watch untuk mewujudkan internet yang sehat. "CSR (corporate social rensponsibility) XL mendukung internet sehat di Indonesia, dan kami telah bekerja sama dengan ICT Watch untuk mewujudkan internet sehat," kata Febriati.
Pembicara lain, Donny BU dari ICT Wacth, membeberkan mengenai adanya sejumlah perangkat lunak mengobrol online (chatting) "berbahaya" yang tertanam dalam perangkat komunikasi buatan China yang dijual bebas di pasar.
"Kalau chatting lihat profil foto, ada foto bugilnya di aplikasi HP (handphone) China tadi," katanya.
Dan menurut Gunarto dari majalah selular yang menelusuri kasus sejenis, ada 14 juta pengguna aplikasi "berbahaya" di indonesia yang menggunakkan aplikasi chatting "x" ini yang tertanam secara pre installed di dalam ponsel china berharga murah atau yang sejenisnya dan menyisipkan gambar pornografi.(*ek)
Tahun Ini Internet Terhubung Ke Seluruh Desa

Tasikmalaya (berita2.com): Pemerintah dan perusahaan penyelenggara telekomunikasi menargetkan bahwa pada 2010 seluruh daerah, baik desa atau kota sudah terhubung dengan jaringan Internet.
"Direncanakan bahwa tahun 2010 ini seluruh Desa di Indonesia sudah bisa terhubung dengan dunia Internet," kata Direktur Standarisasi dan Audit Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ir Woro Indah Widiastuti di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu(24/02).
Woro yang memawakili Menkominfo di acara peluncuran WIMAX di hotel Mandalawangi Tasikmalaya mengatakan, program tersebut akan membawa manfaat kemajuan teknologi Indonesia.
Menurut dia, Kota Tasikmalaya merupakan kota pertama di Indonesia yang dibangun teknologi wireless, sehingga diharapkan kota Tasikmalaya bisa memanfaatkannya untuk e-goverment menuju good governance.
"Nantinya dengan wimax ini dimana ada sinyal, kapan pun, di mana pun, dan siapa pun bisa menggunakan Internet dan di Tasik adalah kota pertama di Indonesia yang diadakan program wimax ini," katanya.
Sementara itu Direktur Starcom Solusindo, Wimax, Budi Permana mengatakan, sesuai dengan harapan Wali kota Tasikmalaya Syarif Hidayat untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai cyber city.
Ia menambahkan, di Indonesia Star Solusindo mengivestasikan Rp6 trilyun untuk pengembangan Wimax dengan tujuan memberikan kemudahan mengakses Internet.
"Kami punya mimpi untuk kemajuan negeri dengan memberikan keluasan wawasan dunia dengan akses internetan yang lebih mudah" kata Budi.(*ek)
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 9

















