berita2.com (Kairo): Mesir menarik pulang Duta Besarnya di Vatikan terkait pernyataan Paus Benediktus XVI yang menuntut seluruh pemerintahan di dunia, khususnya Mesir, berbuat lebih banyak untuk memastikan keselamatan umat Kristen.
Ucapan pemimpin umat Kristen itu menyusul serangan bom bunuh diri di sebuah gereja di kota pelabuhan Iskandariyah, beberapa waktu lalu.
Namun, ucapan Paus ini ternyata membuat Pemerintah Mesir meradang. Seperti diwartakan situs Bernama, Rabu Januari 2011, Mesir langsung memanggil duta besarnya di Vatikan untuk kembali ke negaranya. Ucapan Paus dianggap melecehkan, serta merupakan bentuk intervensi pihak asing.
Mesir juga mengirimkan pesan bernada protes terjadap Vatikan. Dalam pesannya, Menteri Luar Negeri Ahmed Abu-al-Ghayt menegaskan selama ini Mesir telah berusaha menghindari ketegangan agama di negaranya.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Husam Zaki mengatakan, "Ini gangguan yang tidak dapat diterima karena merupakan urusan internal. Ia menambahkan, "Mesir tidak akan membiarkan pihak asing mencampuri urusan internal dengan dalih apapun."
Kejadian ini diduga buntut dari ledakan bom mobil di Gereja Kristen Koptik di kota pelabuhan Iskandariyah terjadi saat malam misa menyambut tahun baru 2011 [baca: Korban Bom di Gereja Menjadi 21 Orang]. Setelah ledakan, warga Kristen marah lalu mereka menuju mesjid terdekat dan bentrok dengan warga muslim serta polisi.