Washington, (berita2.com) : Menteri-menteri pertahanan Amerika Serikat dan Israel, Kamis (25/2) berunding yang menurut Pentagon dipusatkan pada usaha-usaha diplomatik untuk memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Iran menyangkut program nuklirnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan internasional menyangkut usaha pengayaan uranium Iran , Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak bertemu sekitar satu jam dengan Menteri Pertahanan AS Robert Gates. kata sekretaris pers Gedung Putih Geoff Morell kepada AFP.
Kedua menteri itu membicarakan "ancaman-ancaman yang ditimbulkan oleh ambisi Iran dan apa yang dapat dilakukan masyarakat internasional untuk berusaha menghalangi dan menggagalkannya," kata Morell
Pembicaraan itu menyinggung tentang perlunya pengenaan "sanksi-sanksi efektif" untuk membujuk Iran mentaati kewajiban-kewajiban internasiolalnya, katanya.
Morell mengemukakan kepada wartawan sebelumnya bahwa kedua negara sepakat bahwa saatnya telah tiba untuk mengenakan sanksi-sanksi yang keras terhadap Iran karena Iran sejauh ini "menolak" usaha-usaha diplomatik.
Amerika Serikat dan Israel sama-sama khawatir akan masalah itu, dan kegagalan Iran untuk "menanggapi secara tulus dan berkesinambungan kemajuan yang dicapai selama setahun menyebabkan masyarakat internasional tidak punya pilihan lain kecuali mengusahakan pengenaan sanksi-sanksi keras," katanya.
Pemeritah Presiden Barak Obama telah melakukan usaha-usaha diplomatik yang giat untuk mencari dukungan bagi sanksi-saksi baru PBB terhadap Iran, tetapi Morell mengatakan Washington tetap terbuka bagi dialog jika Teheran mengubah sikapnya.
Para pejabat AS dan Israel menolak mengesampingkan aksi militer terhadap Iran, tetapi pemerintah Obama menekankan pihaknya menekankan pada strategi diplomatik yang bertujuan untuk memperkuat tekanan terhadap Teheran.
Gates dan perwira penting militer AS , Laksamana Mike Mullen, menyatakan keberatan untuk menggunakan kekuatan militer untuk membalas usaha nuklir Iran,dan mengatakan tindakan itu hanya akan menunda program tersebut.
Israel menyerukan sanksi-sanksi internasional yang lebih keras terhadap sektor energi Iran untuk membujuk Teheran menghentikan usaha-usaha pengayaan uraniumnya, yang Israel dan negara-negara Barat duga bertujuan untuk membuat senjata atom.
Iran menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan-tujuan sipil .
Israel ,satu-satunya negara di kawasan Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir menganggap Iran sebagai ancaman terbesarnya karena masalah nuklir itu dan Presiden iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan negara Yahudi itu harus dilenyapkan.
Perundingan-perundingan antara Gates dan Barak itu juga mencakup "masalah-masalah keamanan regional" termasuk peran Hamas dan Hizbullah , kerjasama mengenai pertahanan rudal dan proses perdamaian Timur Tengah, kata Morell.(*un)