Teheran, (berita2.com) : Iran akan membuat sistem pertahanan udara buatan lokal yang kemampuannya sama dengan rudal anti-pesawat buatan Rusia S-300, kata seorang komandan Angkatan Udara Iran, Senin (8/2).
Bulan lalu, pedagang senjata Rusia menolak mengatakan apakah pihaknya akan tetap menjual S-300 kepada Iran.
"Dalam waktu dekat, suatu sistem pertahanan udara buatan Iran akan dibuat oleh para pakar dan ilmuwan yang kemampuannya menyamai sistem pertahanan rudal S-300, atau bahkan lebih kuat, kata Heshmatollah Kassiri kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.
Kemungkinan penjualan S-300 yang dapat melindungi fasilitas nuklir Iran terhadap serangan udara itu merupakan isu sensitif dalam hubungan antara Rusia dan AS serta Israel, yang menekan Moskow untuk tidak memproses perjanjian tersebut.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, mengecam rencana Amerika Serikat untuk memperkokoh pertahanannya di Teluk guna menghadapi potensi serangan rudal Iran.
Ali Larijani menegaskan bahwa Republik Islam itu bukan ancaman bagi semua tetangganya di Teluk.
"Pertunjukan skenario baru Amerika untuk melindungi dan menerapkan keamanan di wilayah ini tak lebih daripada satu tipuan baru politik guna melicinkan jalan bagi kehadirannya di kawasan itu dengan mengorbankan pihak lain," kata Larijani di dalam komentar yang disiarkan oleh media negara.
"Para pejabat AS tidak menyadari bahwa mereka adalah masalah di wilayah ini. Makin banyak peralatan yang kalian bawa ke sini, makin mengkhawatirkan tindakan bagi semua negara tempat peralatan tersebut digelar," kata Larijani, dan mempertanyakan, "Apakah Iran pernah melakukan agresi terhadap tetangganya atau wilayah ini?"
Larijani menanggapi laporan bahwa pemerintah AS akan menempatkan kapal khusus dengan kemampuan menembak rudal di lepas pantai Iran, dan sistem anti-rudal di sedikitnya empat negara Teluk mencakup Bahrain, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.
Sementara itu Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani menuduh Barat berusaha membuat lemah negara-negara Teluk.
"Orang Barat tak ingin melihat kawasan ini aman" kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh media negara itu.(*un)