Jeddah, (berita2.com) : Hujan yang mengguyur cukup deras Selasa (22/12) malam di seputar kota Jeddah , Arab Saudi membuat warga was-was lagi terhadap kemungkinan terulangnya kembali musibah banjir dan air bah yang terjadi akhir November lalu.
Masih trauma akibat musibah yang menelan 127 jiwa November lalu, para pengendara kendaraan tampaknya bergegas pulang ke rumah masing-masing di tengah derasnya hujan, sambaran kilat dan petir, Rabu (23/12).
Bagi warga Arab Saudi termasuk yang tinggal di Jeddah, hujan biasanya dianggap sebagai berkah yang disambut dengan sukacita karena merupakan peristiwa langka di negeri yang hampir sepanjang tahun kering dengan volume curah hujan hanya sekitar 20mm per hari itu. Perasaan was-was baru muncul setelah setelah hujan yang turun beberapa jam saat itu berubah menjadi bencana yang merenggut nyawa dan menimbulkan korban materi. Banjir saat itu merendam sepuluh ribuan rumah di kawasan selatan dan timur Jeddah dan mengakibatkan lebih 8.000 kendaraan rusak.
Luapan air mengubah salah satu ruas jalan bebas hambatan dari Jeddah menuju Mekah (Haramain Expressway) menjadi air bah yang menyapu puluhan kendaraan, sebagian bersama pengemudi atau penumpangnya.
Sejauh ini dilaporkan tercatat masih 39 korban yang belum ditemukan, kemungkinan tertimbun sampah yang dihanyutkan di dalam kendaraan mereka. Sejumlah ruas jalan di dalam kota Jeddah, Selasa malam, juga terendam air karena sistem drainage tidak didisain untuk menghadapi hujan deras yang memang jarang-jarang terjadi.
Sebagian warga di distrik Quwaiza dan Jamia yang mengalami kerusakan terparah saat musibah 25 November lalu, meninggalkan rumah mereka karena khawatir tragedi tersebut akan terulang kembali, namun sebagian tetap tinggal di rumah masing-masing karena tidak tau kemana harus pergi.
Persiapan-persiapan juga dilakukan oleh warga termasuk dengan menghubungi pertahanan sipil untuk menanyakan kemungkinan evakuasi.
Warga Jeddah memang sudah was-was sejak Selasa siang hari karena awan hitam berarak di atas kota Jeddah, sementara berbagai perguruan tinggi termasuk King Abdul Aziz University (KAU) mengeluarkan seruan agar mahasiwa bersiaga mencegah kemungkinan yang terjadi jika hujan terus turun.
Perguruan Dar El Hekma bahkan membatalkan kelas sore dan menginstruksikan agar para murid pulang secepatnya, kemudian disusul oleh perguruan tinggi Effat yang juga tidak menyelenggarakan kelas sore.
"Ini hanya tindakan sukarela untuk berjaga-jaga, " kata Kepala Keselamatan dan Keamanan Universitas King Abdul Aziz, Dr. Abdul Kadir Tankar seraya menambahkan,seluruh kegiatan ekstra kurikuler sore itu dibatalkan. Sementara itu Direktur Dinas Kesehatan Jeddah Dr. Sami Badawood, menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk merujuk seluruh pasien yang datang.
Sebagian warga yang tinggal di dekat Danau Musk di timur jalan Haramain yang mengkhawatirkan kemungkinan jebolnya dam akibat luapan air juga mulai mengungsi apalagi setelah aliran listrik putus selama sekitar seperempat jam. Direktur Pertahanan Sipil Brigjen Abdullah Jeddawi mengemukakan bahwa pihaknya telah mengerahkan empat tim untuk memonitor kondisi danau selama 24 jam.(*un)





















