Baghdad, (berita2.com): Sedikitnya 62 orang tewas dan 105 orang cedera ketika terjadi empat atau lebih ledakan bom mobil di Baghdad pada Selasa dengan sasaran gedung-gedung pemerintah, kata polisi.
Ledakan yang menghancurkan sejumlah bangunan di ibu kota Irak itu terjadi beberapa hari menjelang pelelangan kontrak ladang minyak pada pekan ini, ketika para eksekutif perusahaan minyak terbang ke kota itu, dan juga menjelang pemilihan umum tahun depan.
Tiga orang tewas dan lima orang lagi cedera dalam ledakan pertama di pinggiran Baghdad selatan, kata polisi.
Beberapa orang tewas dan cedera dalam tiga ledakan di pusat kota setengah jam kemudian, kata polisi.
"Sejumlah warga sipil dan aparat keamanan tewas dalam ledakan tersebut. Kami akan menjelaskan lebih rinci setelah kami mengumpulkan semua keterangan," kata jurubicara keamanan Baghdad, Mayor Jenderal Qassim al-Moussawi.
Beberapa sumber kepolisian mengatakan terdapat sedikitnya lima ledakan, dua di antaranya di gedung-gedung kehakiman, satu dekat sebuah universitas dan lainnya di dekat pusat perdagangan Baghadad, kata polisi.
Asap hitam mengepul di sedikitnya dua tempat di pusat kota.
Ledakan itu merupakan terbesar sejak 25 Oktober, ketika dua ledakan truk berisi bom menewaskan 155 orang di kementerian kehakiman dan gedung kantor gubernur Baghdad.
A smaller blast, which some police officials said might have involved the accidental explosion of a hidden stockpile of munitions, killed seven children at a school in the Shi`ite slum of Sadr City on Monday.
Sehari sebelumnya pada Senin sebuah bom berkekuatan kecil terjadi di kota Sadr menawskan tujuh anak-anak di sebuah sekolah Syiah.(*ek)





















