Wartawan ANTARA Nanang Sunarto dari Jeddah, Rabu sore (Rabu malam WIB) melaporkan sampai berita ini diturunkan (Kamis malam) banjir belum mereda, bahkan ruas jalan bagaikan sungai deras.
Air deras tersebut menyapu apa saja yang dilintasinya, termasuk mobil, tong sampah dan barang-barang lain yang tidak sempat diselamatkan pemiliknya.
Arus banjir tersebut mengalir dari Mekah menuju Jeddah. Sementara itu rombongan empat bus tim petugas haji, yang di dalamnya ada wartawan ANTARA, sedang berjalan menuju arah sebaliknya.
Di ruas itu ketinggian air mencapai setengah meter, akibatnya penumpang di bus tim petugas haji sudah mulai panik karena dinding pemisah jalan juga sudah jebol dilanda air.
Hujan lebat, apalagi banjir adalah kejadian langka di Arab Saudi. Mekah dan kawasan perkemahan jemaah di Padang Arafah kabarnya juga diguyur hujan, sementara kantor Daerah Kerja (Daker) Panitia Penyelenggara Haji Indonesia di Mekah dilaporkan juga tergenang air.
Ribuan kendaraan Jeddah menuju Mekah terjebak dan terjadi kemacetan lalu lintas yang diperkirakan berlangsung lama di jalan yang biasanya nyaman karena cukup luas ini.
Perjalanan tim haji menuju Mekah dan ribuan jemaah lain yang hendak melakukan ritual puncak haji (Wukuf), terancam gagal karena akses jalan menuju Mekah dan Padang Arafah sementara ini putus.
Dihentikan sementare
Gerakan jemaah menuju Padang Arafah dilaporkan dihentikan sementara. Pelaksanan puncak ibadah haji, Wukuf yang akan diselenggarakan, Kamis siang terganggu.
Tumpukan puluhan mobil masih di ruas jalan. tidak terlihat ada aparat datang ke lokasi bencana, hanya helikopter mondar-mandir memantau situasi dari udara.(*ek)





















