Khar, Pakistan, (berita2.com) : Pakistan, Selasa (24/11), memberlakukan sebuah jam malam di distrik suku utama setelah sebuah bentrokan mematikan dengan Taliban di tengah-tengah meningkatnya aksi kekerasan, menurut petugas.
Pihak berwenang memberlakukan jam malam tanpa batas di kawasan Khar, sebuah kota utama di distrik Bajaur, sebuah kawasan suku-suku tak terjangkau hukum di Pakistan, yang berbatasan langsung dengan perbatasan Afghanistan dimana para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Al-Qaeda merencanakan serangan ke barat setelah bentrokan.
"Baku tembak berlangsung selama tiga jam. enam orang gerilyawan tewas dalam serangan balasan," kata Adalat Khan, seorang pejabat pemerintah lokal kepada AFP.
"Dua orang warga sipil juga tewas dan empat orang yang lain, termasuk dua orang wanita, terluka ketika sebuah pecahan mortir mendarat di dalam rumah," kata Khan.
Dipersenjatai dengan roket dan senjata berat, gerilyawan Taliban juga menyerang markas polisi lokal Bajaur, katanya.
"Sekitar 50 orang gerilyawan melakukan serangan. Prajurit membalas, menewaskan enam orang gerilyawan," kata seorang petugas keamanan yang berkantor di Khar, seraya menambahkan bahwa dua orang prajurit terluka.
Pejabat intelijen di kawasan itu mengkonfirmasi insiden tersebut dan mengatakan bahwa pencarian dari rumah ke rumah telah dilakukan setelah bentrokan.
"Sejumlah gardu listrik, pipa minyak dan tiga toko juga rusak," katanya.
Khan mengatakan bahwa pihak berwenang membuat daftar kerugian dan pasar-pasar, bank, sekolah serta kantor ditutup.
Para gerilyawan baru-baru ini telah meningkatkan serangan pada pasukan keamanan dan bangunan pemerintah di Bajaur, satu dari tujuh distrik suku semi otonomi di Pakistan yang dipandang sebagai daerah kekuasaan Taliban dan kelompok-kelompok terkait Al-Qaeda.
Aksi kekerasan telah meningkat sejak Pakistan melakukan serangan ofensif ke markas Taliban di Waziristan Selatan pada 17 Oktober. Para pejabat mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian militer dari Waziristan selatan.
Kerusuhan itu terus berlanjut sekalipun telah dilakukan operasi enam bulan di Bajaur, yang disebut militer sebagai sebuah operasi yang berhasil.(*un)





















