PBB, (berita2.com): Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa, mengatakan ia khawatir dengan berlanjutnya tindakan Israel mengenai permukiman di wilayah pendudukan Palestina, dan menyeru Israel agar "menghentikan" tindakan provokatif semacam itu.
Satu pernyataan yang yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, oleh juru bicara Ban, berbunyi, "Sekretaris Jenderal khawatir dengan berlanjutnya tindakan Israel di wilayah pendudukan Jerusalem Timur, termasuk penghancurkan rumah orang Palestina, pengusiran keluarga Palestina dan dimasukkannya pemukim ke daerah tempat tinggal orang Palestina".
"Pengusiran keluarga Palestina hari ini di Jerusalem Timur hanya lah peristiwa paling belakangan," kata pernyataan itu.
"Semua tindakan ini memicu ketegangan, mengakibatkan penderitaan dan kian merusak kepercayaan," demikian antara lain isi pernyataan tersebut.
Ditambahkannya, Sekretaris Jenderal PBB itu "menyeru Israel agar menghentikan" perbuatan provokatif semacam itu.
"Ia menyampaikan kembali seruannya kepada Israel agar melaksanakan komitmen Peta Jalan dengan membekukan semua kegiatan permukiman, termasuk pertumbuhan alamiah; melucuti pos terdepan; dan membuka kembali semua lembaga Palestina di Jerusalem Timur," kata pernyataan tersebut.
Pekan lalu, PBB menyeru Israel agar segera menghentikan pengusiran paksa dan penghancuran rumah orang Palestina di Jerusalem Timur, dan memperingatkan sebanyak 60.000 orang di sana mungkin menghadapi risiko pengusiran paksa, pembongkaran dan kehilangan tempat tinggal.
Kendati ada pengutukan kuat dari masyarakat internasional, termasuk PBB, Amerika Serikat dan Uni Eropa, Israel tetap melanjutkan tindakannya untuk membangun permukiman di wilayah pendudukan Jerusalem Timur.
Wilayah tersebut dilaporkan menjadi pusat ketegangan yang meningkat antara Israel dan AS pada Oktober, ketika rencana Israel membangun sebanyak 20 apartemen baru di sana diungkapkan.
AS telah menuntut agar proyek itu dihentikan, tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dua pekan lalu, "Israel takkan setuju pada maklumat semacam ini di Jerusalem Timur."(*ek)





















