berita2.com (London): Masalah keamanan jaringan kembali jadi isu penghambat penjualan BlackBerry di pasaran global. Setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, dan Kuwait, kini giliran karyawan Komisi Uni Eropa diminta agar beralih dari handset keluaran Research in Motion (RIM) itu. Seperti di negara lain, Komisi yang memiliki 32.000 karyawan ini, khawatir tak bisa memonitor trafik jaringan BlackBerry.
Seperti diketahui, RIM bertugal mengontrol jaringan BlackBerry di seluruh dunia lewat server pusat yang ada di Kanada dan Inggris. Provider lokal hanya bertugas menyediakan jaringan bagi pengguna BlackBerry, untuk kemudian dienkripsi dan diteruskan ke server pusat RIM. Cara sebaliknya juga dilakukan sebelum akhirnya telepon atau pesan diterima pengguna.
Karyawan komisi Uni Eropa diminta menggunakan produk merek Apple iPhone atau smartphone keluaran pabrikan Taiwan, HTC. Kedua produk dinilai aman dari segi keamanan maupun keuangan. "Dari hasil evaluasi komisi, kami hanya mendukung komunikasi data dan telepon dengan perangkat HTC dan iPhone," ucap juru bicara komisi lewat e-mail seperti dilansir Reuters.
Aturan lama, karyawan disarankan menggunakan PDA merek Qtek. Setidaknya 2.500 karyawan menjalankan perintah ini. Pihak RIM tetap yakin ancaman komisi tersebut takkan diikuti lembaga lain. Alasannya, aktivitas para pegawai kini sangat tergantung pada BlackBerry.
Penolakan komisi menambah panjang jajaran negara/institusi yang menolak atau membatasi penggunaan BlackBerry. Bank terkenal asal Inggris, Standard Chartered Bank memberikan pilihan pada karyawannya agar menggunakan iPhone dibanding BlackBerry. Permasalahan keamanan data juga melanda petinggi pemerintahan Prancis, bahkan Presiden Nicolas Sarkozy berhenti memakai BlackBerry dengan alasan keamanan.