Brussel, (berita2.com): NATO menggunakan pengaruhnya, Senin, di belakang misi PBB di Afghanistan, ketika perselisihan terkait pemilihan umum yang dicemari kecurangan merongrong perwakilan khusus organisasi itu.
"NATO mendukung penuh Misi Bantuan PBB di Afghanistan, termasuk peran yang dimainkannya, selaras dengan mandatnya, dalam mendukung pemilihan umum di Afghanistan," kata Sekretaris Jenderal Anders Fogh Rasmussen.
"Sekutu dan saya secara pribadi, juga memiliki kepercayaan penuh pada Perwakilan Khusus dari Sekretaris Jenderal PBB, Kai Eide, dan memuji ia atas upaya dan komitmen yang telah ditunjukkannya dalam membantu Afghanistan membangun masa depan yang lebih baik," katanya dalam sebuah pernyataan.
Eide, yang berkebangsaan Norwegia, dituduh oleh mantan wakilnya, Peter Galbraith, seorang warga Amerika Serikat, merahasiakan bukti dari kecurangan pemungutan suara di pemilihan umum presiden dan provinsi pada 20 Agustus. Galbraith dipecat bulan lalu akibat perselisihan itu.
Hasil dari pemilihan umum diharapkan keluar dalam beberapa hari mendatang, namun data awal menunjukkan bahwa presiden Hamid Karzai --terhadap siapa tuduhan kecurangan itu ditujukan -- menang sekitar 55 persen.
Pesaing terdekatnya, Abdullah Abdullah, memperoleh 28 persen.
Prajurit pimpinan NATO di Afghanistan berjuang untuk mengatasi pemberontakan Taliban dan memenangkan kepercayaan rakyat Afghanistan.
Namun tuduhan kecurangan dan perselisihan di PBB merusak kredibilitas pemerintah, yang dipercaya oleh sejumlah pihak telah sangat korup, dan PBB di mata rakyat biasa di Afghanistan. (*SS)