Ankara, (berita2.com) : Menteri Negara Turki Zafer Caglayan membatalkan perjalanannya ke Amerika Serikat sebagai tanggapan terhadap pengesahan AS atas satu resolusi yang mencap peristiwa 1915 sebagai "genocide".
Surat kabar lokal Daily News di jejaringnya, Selasa menyebutkan Caglayan, yang bertugas menangani perdagangan asing, semula dijadwalkan berangkat ke AS pada 19 Maret bersama rombongan besar pengusaha, kata laporan tersebut.
Keputusan itu dibuat Senin, selama pertemuan dengan Duta Besar Turki untuk Washington Namik Tan, yang sebelumnya telah dipanggil dalam tindakan yang memperlihatkan kemarahan Turki.
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa, mengatakan di Riyadh, Arab Saudi, bahwa Turki takkan mengirim kembali duta besarnya untuk AS sebelum mengirim hasil yang jelas, kata kantor berita setengah resmi Anatolia.
Sikap AS pada masa depan sangat penting, kata Erdogan. Ia menambahkan ia tak percaya AS akan mengorbankan mitra strategisnya buat pembahasan politik sederhana.
Pada 4 Maret, Turki untuk sementara memanggil pulang duta besarnya untuk AS Namik Tan beberapa menit setelah satu panel kongres AS mensahkan resolusi yang berkenaan dengan Turki.
Resolusi mengenai tuduhan Armenia yang berkaitan dengan peristiwa 1915 disahkan di Komite Urusan Luar Negeri, Dewan Perwakilan Rakyat AS, dengan suara 23-22.
Turki dan Armenia menandatangani dua protokol Oktober lalu bagi normalisasi hubungan; namun, anggota parlemen kedua negara belum mensahkannya.
Turki dengan keras menolak tuduhan pemusnahan suku bangsa (genocide) dan menganggap kejadian tersebut sebagai perang saudara pada masa perang yang merenggut banyak korban jiwa dari suku Turki dan Armenia.
Turki dan Armenia telah terlibat percekcokan mengenai kematian orang Armenia dan tak memilik hubungan diplomatik atau ekonomi sejak Armenia memproklamasikan kemerdekaan pada 1991.(*un)