Funchal, Portugal, (berita2.com) : Petugas pertolongan Portugal menggunakan kendaraan penggali untuk membongkar lumpur dan puing dalam upaya mencari korban banjir bandang dan lumpur longsor yang menewaskan sedikitnya 42 orang di pulau pelancongan Madeira.
Para pejabat mengatakan mereka khawatir beberapa orang telah dihanyutkan ke lautan setelah air bah pada Sabtu, dan menerbangkan penyelam dari daratan utama guna mencari korban yang tenggelam hingga tewas. Upaya pertolongan terus dilakukan pada Ahad (21/2).
Menteri Perhubungan dan Pariwisata Portugal Conceicao Estudante mengatakan pada suatu taklimat empat orang belum ditemukan.
Miguel Albuquerque, Walikota ibukota Madeira, Funchal, mengatakan beberapa daerah di atas kota itu sangat terpengaruh. Ia membandingkan keadaan itu dengan film Inferno karya Dante.
"Apa yang terjadi di bagian yang lebih tinggi di Funchal adalah `Dantesque`," ia mengatakan dalam pernyataan yang ditayangkan televisi. "Orang-orang tersapu di dalam mobil mereka, banyak rumah hanyut."
Hujan lebat Sabtu mengakibatkan banjir bandang dan lumpur longsor di pulau di Atlantik tersebut; jembatan hanyut sementara beberapa rumah tertimbun berton-ton lumpur.
Francisco Ramos, pejabat regional utusan sosial, mengatakan sebanyak 42 orang dikonfirmasi tewas di Madeira, yang berada sekitar 1.000 kilometer di sebelah barat-daya Lisabon dan terkenal karena pantai berpasirnya serta produk anggur dengan nama yang sama.
Pemerintah mengeluarkan dekrit tiga hari perkabungan dan menyerukan pertemuan luar biasa kabinet pada Senin guna membahas bencana terburuk di Portugal sejak satu jembatan di atas Sungai Douro ambruk pada 2001, sehingga menewaskan 59 orang.
Banyak jalan di Madeira rusak sebagian atau terhalang oleh batu, pohon serta lumpur. Petugas perlindungan sipil memerlukan waktu lebih dari 24 jam untuk tiba di desa Curral das Freiras, yang telah terputus dari bagian lain negeri tersebut.
Para pejabat mengatakan satu orang telah tewas dan satu orang lagi hilang di sana.
Mereka menyatakan sebanyak 120 orang cedera dan 300 orang bermalam di tempat penampungan sementara. Sebanyak 240 orang kehilangan tempat tinggal.
Satu pesawat angkut militer yang membawa beberapa tim pertolongan tiba di Funchal, Ahad, dan satu frigat Angkatan Laut bergerak menuju pulau itu untuk membantu upaya pencarian dan pembangunan kembali.
Alberto Joao Jardim, pemimpin pemerintah regional, mengatakan "tak ada kejadian serius" yang melibatkan sektor pariwisata di pulau tersebut, tapi wanita jurubicara Kantor Urusan Luar Negeri Inggris belakangan mengatakan seorang warga negara Inggris telah tewas.
Jurubicara tersebut tak memberi perincian lebih lanjut.
Banyak wisatawan di Madeira, yang pekan lalu menyelenggarakan parade tahunan yang terkenal Carnival, adalah warganegara Inggris yang berkunjung untuk menghabiskan liburan semester pertama sekolah.
Perdana Menteri Portugal Jose Socrates mengunjungi Madeira, Sabtu malam, dan menjanjikan "semua bantuan yang diperlukan pemerintah regional dalam situasi serius ini". Jardim mengatakan ia juga telah meminta dana dari Uni Eropa.
Petugas meteorologi mengatakan jumlah curah hujan yang mengguyur dalam satu hari pada Sabtu melampaui jumlah rata-rata bulanan, tapi diperkirakan tak ada hujan lebat yang mengguyur Madeira dalam beberapa hari ke depan.(*un)